Wakil Menteri (Wamen) BUMN I Pahala N Mansury mengatakan BUMN harus banyak melakukan perubahan untuk mencapai ketahanan pangan dan ketahanan energi nasional agar Indonesia tidak bergantung dengan produk impor.

Pahala Mansury mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan BUMN untuk menjawab tantangan ancaman krisis pangan dan energi dunia yang akan berdampak pada Indonesia.

"Bagaimana harapan tinggi diberikan Pak Presiden. Tapi yang pasti tidak bisa dilakukan dengan bussines as usual," kata Wamen BUMN Pahala Mansury dalam acara peluncuran produk hasil riset IP-FRI di Jakarta, Rabu, 21 September 2022.

Dia mencontohkan produksi tebu oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) yang menghasilkan 70 ton per hektare ditingkatkan menjadi 100 ton per hektare, tidak bisa dilakukan dengan cara-cara biasa seperti sekarang.

Pahala menyebutkan bahwa BUMN harus bekerja lebih keras, melakukan inovasi dan transformasi untuk bisa meningkatkan kapasitas produksi. Dia menyebut bahwa riset di bidang agro industri memegang peranan penting untuk peningkatan kualitas dan kuantitas hasil pertanian.

Dia menekankan agar riset yang dilakukan adalah yang benar-benar berorientasi pada bisnis, alias riset yang bisa dikomersialisasikan.

"Tentunya harus melakukan pembuatan riset yang bisa dikomersialisasi. Riset yang punya nilai dan impact ke depan," kata Wamen Pahala.

Holding Perkebunan PTPN III bersama Perum Perhutani membentuk Indonesia Plantation & Forestry Research Institute (IP-FRI) yang dibentuk pada Juli 2021 oleh yang bertujuan untuk melakukan riset dan inovasi terkait perkebunan dan perhutanan dalam upaya meningkatkan daya saing perusahaan.

Direktur Utama PTPN III M Abdul Ghani mengatakan pihaknya akan mengeluarkan hasil riset berupa lima varietas tebu yang bisa meningkatkan kapasitas produksi.

"Akhir tahun ini mudah-mudahan akan keluar nanti lima varietas tebu, sudah kita usulkan juga ke Kementerian Pertanian," kata dia.