Majalah Forbes kembali merilis deretan orang paling kaya di Singapura. Salah seorang di antaranta, ternyata berdarah asli Indonesia. Namanya adalah Leo Koguan. Kekayaannya yang sebesar US$ 7,6 miliar atau setara sekitar Rp 113,7 triliun membuat pria kelahiran Indonesia pada 1955 ini menempati peringkat ke-7 orang paling kaya di Singapura.

Sosok Leo merupakan salah satu pendiri dan ketua penyedia IT, SHI International. Perusahaan ini memiliki lebih dari 20.000 pelanggan, seperti Boeing dan AT&T. Sumber kekayaannya berasal dari perusahaan pengecer perangkat lunak yang ia beli bersama istrinya, yaitu Thai Lee pada 1989 silam yang kemudian menjadi SHI International. 

Leo kemudian menyerahkan manajemen perusahaan kepada Lee yang menjadi CEO. Namun, Koguan tetap pemilik saham besar dalam bisnis, dan menjabat sebagai ketua dewan. 

Koguan memiliki kredensial akademis yang kuat di balik kesuksesan bisnisnya. Dia menyelesaikan gelar Masternya di Universitas Columbia, dan kemudian mendapatkan gelar hukumnya dari Sekolah Hukum New York yang bergengsi.

Terlepas dari kekayaannya yang cukup besar, Koguan yang lahir di Indonesia saat ini paling dikenal sebagai penggemar berat Tesla dan Musk. Dia percaya Musk memiliki misi yang hebat, dan memanfaatkan media sosialnya untuk menyebarkan pesan Musk.

Beberapa waktu lalu Leo sempat viral lantaran harta kekayaan meroket mendadak bersamaan dengan saham Tesla yang melonjak.

Leo lahir di Indonesia pada tahun 1955 dari orang tua keturunan China. Dia kemudian pindah ke Amerika Serikat. 

Hari ini Leo tinggal di Singapura. Pada Oktober 2020, ia membayar SGD62 juta (Rp649 miliar) untuk penthouse terbesar di Singapura, Guoco Tower's Wallich Residence, dari penemu dan pengusaha miliarder Inggris Sir James Dyson.

Pada Mei 2022, Leo memiliki kekayaan bersih USD6 miliar (Rp87,2 triliun), menurut Forbes.

Leo dikenal di China Daratan karena kegiatan filantropinya ke sejumlah universitas ternama. Pada tahun 2008, ia menyumbangkan USD30 juta ke Shanghai Jiao Tong University, yang mengganti nama sekolah hukumnya menjadi Leo.

Dia juga menyumbangkan USD28 juta ke Universitas Peking, yang menamai salah satu gedung sekolah hukumnya dengan nama Leo. Kemudian, dia memberikan beasiswa di Universitas Peking dan diangkat sebagai wali kehormatan.

Selanjutnya, Leo adalah donor untuk Universitas Tsinghua yang menamai Perpustakaan Hukum Universitas Tsinghua yang baru dengan nama Leo. Dia juga memberikan sumbangan USD12,5 juta ke Universitas Fudan, yang menamai gedung hukumnya dengan namanya.

Berikut deretan 10 besar orang terkaya di Singapura.

1. Li Xiting

Li Xiting merupakan pendiri dan ketua Shenzhen Mindray Bio-Medical Electronics, pemasok perangkat medis. Ia menjadi orang terkaya di Singapura, kekayaan Li kini mencapai US$ 15,6 miliar.

2. Robert & Philip Ng

Robert dan Philip Ng bersaudara menjadi orang terkaya nomor dua yang menjalankan Far East Organization, pemilik dan pengembang properti swasta terbesar di Singapura. Perusahaan ini didirikan oleh ayah mereka yakni Ng Teng Fong, yang pindah dari China ke Singapura pada tahun 1934 dan kemudian dikenal sebagai The King of Orchard Road. Keluarga yang menjalankan bisnis real estate itu mengumpulkan kekayaan sebesar US$ 15,2 miliar.

3. Goh Cheng Liang

Goh Cheng Liang mengumpulkan sebagian besar kekayaannya dari saham mayoritas di Nippon Paint Holdings Jepang, produsen cat terbesar keempat di dunia. Kekayaan sang miliarder kini tercatat US$ 13 miliar.

4. Eduardo Saverin

Nama Eduardo Saverin melekat dan masuk pada jajaran pendiri Facebook dengan teman sekelasnya di Harvard, yang sekarang menjadi miliarder ternama, Mark Zuckerberg pada tahun 2004. Ia pemodal ventura, dia masih memperoleh sebagian besar kekayaannya dari saham yang kecil namun berharga di Facebook. Tercatat, Saverin memilik kekayaan sebesar US$ 9,6 miliar.

5. Kwek Leng Beng & Family

Hong Leong Group, didirikan oleh ayahnya pada tahun 1941. Kwek juga merupakan ketua eksekutif City Developments, pengembang properti terbesar kedua di Singapura. Ia memiliki kekayaan sebesar US$ 9,3 miliar.

6. Zhang Yong dan Shu Ping

Zhang Yong adalah ketua franchise hot pot Sichuan Haidilao, yang sudah go public sejak September 2018. Adapun istrinya Shu Ping, juga merupakan Co-founder Haidilao. Keduanya kini mengantongi kekayaan bersih sekitar US$ 7,7 miliar atau setara Rp 114,8 triliun.

7. Leo Koguan

Sosok Leo Koguan telah dibahas di atas. Salah satu pendiri dan ketua provider IT SHI International dengan penjualan senilai US$ 12,3 miliar, yang memiliki lebih dari 20.000 pelanggan, seperti Boeing dan AT&T. Sang miliarder teknologi kini mengantongi kekayaan bersih sebesar US$ 7,6 miliar atau setara Rp 113,3 triliun.

8. Keluarga Khoo

Keluarga Khoo menjadi pewaris mendiang bankir Khoo Teck Puat, yang berinvestasi di Standard Chartered Bank pada 1986. Keluarga ini memiliki kekayaan sekitar US$ 6,9 miliar. Keluarga Khoo juga mengendalikan Goodwood Group of Hotels, yang diketuai oleh Mavis Khoo-Oei, yang memiliki Goodwood Park Hotel.

9. Wee Cho Yaw

Wee Cho Yaw menjadi ketua emeritus United Overseas Bank, bank terbesar ketiga di Singapura. Wee Cho Yaw mengantongi kekayaan bersih sebesar US$ 6,8 miliar.

10. Kwee Bersaudara

Empat bersaudara Kwee mengendalikan Pontiac Land yang dimiliki secara pribadi yang didirikan oleh sang Ayah dari Indonesia Henry Kwee, yang memiliki berbagai hotel mewah dan menara perkantoran ikonik di seluruh Singapura. Kekayaan empat bersaudara ini sebesar US$ 5,8 miliar. Sang Ayah Henry Kwee sendiri seorang pedagang tekstil dan pengembang real estate, yang bermigrasi ke Singapura pada tahun 1958.