Seorang pria nekat melakukan aksi bakar diri di dekat kantor Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida. Aksi pria tersebut diduga sebagai bentuk protes atas keputusan pemerintah menggelar pemakaman kenegaraan untuk mantan PM Shinzo Abe, yang tewas dibunuh.

Pihak kepolisian, kantor perdana Menteri, maupun dan kantor kabinet semuanya menolak mengomentari laporan kejadian tersebut, demikian diwartakan AFP.

Sementara media lokal Jepang, TV Asahi mengatakan pria itu membakar diri setelah memberi tahu polisi bahwa dia menentang upacara yang direncanakan untuk Abe, yang dijadwalkan minggu depan.

Stasiun televisi tersebut melaporkan seorang petugas polisi yang mencoba memadamkan api pada pria itu terluka dalam proses tersebut.

Kantor berita Kyodo dan outlet lainnya mengatakan polisi dipanggil ke tempat kejadian sekitar pukul 07.00 (2200GMT) setelah laporan seorang pria "dilalap api".

Agensi tersebut mengatakan sebuah catatan ditemukan di dekat pria itu, yang menyatakan penentangannya terhadap pemakaman tersebut.

Seorang reporter AFP di lokasi itu beberapa jam kemudian melihat sepetak rumput dan semak yang hangus, dengan polisi dan awak media di dekatnya.

Pemakaman kenegaraan yang didanai publik untuk menghormati PM terlama di Jepang itu diketahui baru akan diadakan pada 27 September.

Tetapi pemakaman kenegaraan jarang terjadi di Jepang, dan keputusan itu kontroversial. Jajak pendapat terbaru menunjukkan lebih dari separuh masyarakat menentang gagasan tersebut.

Diketahui Shinzo Abe ditembak mati pada 8 Juli saat berkampanye. Dia berkampanye untuk kandidat partai yang berkuasa dalam pemilihan majelis tinggi di wilayah Nara, ketika dia ditembak oleh seorang pria yang diduga percaya mantan pemimpin itu memiliki hubungan dengan Gereja Unifikasi.

Shinzo Abe adalah politisi paling terkenal di Jepang, dan tetap menjadi tokoh publik terkemuka setelah mengundurkan diri karena alasan kesehatan pada tahun 2020.