Melalui peningkatan nilai transaksi dan aset di pasar modal, serta literasi keuangan melalui program edukasi dalam platform. "Kontribusi tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia," kata Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira dalam acara Peluncuran Hasil Studi Celios di Jakarta, Selasa (20/9/2022).

Dia menilai, pemerintah perlu memperkuat dukungan terhadap pertumbuhan investasi ritel, termasuk melalui aplikasi multi aset sebagai bagian dari upaya mendorong kemajuan ekonomi Indonesia.

Bhima menjelaskan keberadaan aplikasi multi aset berdampak terhadap percepatan laju inklusi keuangan, terutama bagi kelompok masyarakat berusia muda karena kemudahan untuk mengakses aplikasi dapat meningkatkan edukasi terhadap aset yang beragam.

Maka dari itu, mayoritas investor ritel yang disurvei setuju bahwa keberadaan platform investasi seperti aplikasi multi aset berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

Pertumbuhan investor ritel yang cukup signifikan terjadi karena perubahan perilaku masyarakat selama masa pandemi, peran media sosial, dan adaptasi teknologi. Aplikasi multi aset turut membantu meningkatkan kualitas pertumbuhan investor ritel dengan perencanaan dan pengawasan investasi yang lebih baik.

Dia menyebutkan kehadiran aplikasi multi aset yang memiliki legalitas yang jelas dapat meningkatkan kepercayaan investor ritel dalam melakukan aktivitas investasi.

"Intinya investasi ilegal di masyarakat di satu sisi perlu kita berantas dengan intensif, tetapi upaya preventifnya adalah dengan membesarkan ekosistem investasi yang legal," tegasnya.

Berangkat dari hasil studi tersebut, ia mengungkapkan terdapat tiga kebijakan yang diharapkan untuk pengembangan investor ritel. Pertama, penguatan kebijakan yang mengakomodasi hadirnya aplikasi multi aset, terutama harmonisasi antar regulator untuk tiap jenis instrumen investasi guna memberi kepastian akan status hukum aplikasi multi aset serta perlindungan bagi pengguna.

Kedua, kolaborasi sektor publik dan swasta dalam mendesain produk investasi yang menarik bagi investor ritel. Ketiga, pemerataan akses dan stabilitas kecepatan jaringan internet sebagai penopang pertumbuhan investor ritel.