Pihak Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menganalisa terkait judi online. Hasilnya, PPATK menemukan transaksi judi online dengan nilai yang sangat fantastis.

Dari 121 juta transaksi, PPATK mendapati aliran transaksi yang mencapai Rp155,459 triliun! Hal itu diungkapkan Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana saat rapat kerja dengan Komisi III DPR RI, Selasa (13/09).

"Jadi transaksi yang dilaporkan kepada PPATK itu sebanyak 121 juta transaksi, di dalamnya itu sebanyak Rp155,459 triliun," ungkap Ivan.

Ivan menyampaikan, pada tahun 2022 saja, PPATK sudah membekukan 312 rekening terkait judi online. Adapun 312 rekening itu berisi Rp836 miliar. Sementara itu, untuk transaksi judi online, PPATK baru menganalisis 139 dari ratusan juta transaksi.

"Kami sudah melakukan analisis sebanyak 139 hasil analisis. Tahun 2022 saja, kita sudah mengeluarkan 65 hasil analisis, itu sudah disampaikan ke aparat penegak hukum," tutur dia.

Ivan menyebut, banyak pihak yang terlibat dalam transaksi tersebut. Mereka di antaranya oknum polisi, ibu rumah tangga, hingga pelajar.

Dia juga menambahkan, PPATK masih melakukan analisis terkait temuan itu dengan Polri.

"Enggak-enggak (hanya ke rekening polisi, melainkan) semua masyarakat. Ada semua. Oknum, ibu rumah tangga, mahasiswa, pelajar, orang swasta, PNS," ujar Ivan.