Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan memuji proses pengambilan keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite, solar subsidi, dan pertamax.

"Proses pengambilan keputusan presiden itu (kenaikan harga BBM) betul-betul dilakukan sangat hebat," ungkap Luhut dalam acara penandatanganan KPBU pembangunan Bandara Kediri secara daring, Rabu (7/9/2022).

Menurut dia, seluruh pihak harus kompak terkait keputusan kenaikan harga pertalite, solar bersubsidi, dan pertamax.

Sekali lagi dalam keadaan sulit bernegara menaikkan BBM kita harus kompak, harus solid," imbuh Luhut.

Sebelumnya, pemerintah resmi menaikkan harga BBM jenis pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10 ribu per liter. Begitu juga Begitu juga dengan solar subsidi yang naik dari Rp5.150 menjadi Rp6.800 per liter.

Kemudian, pemerintah juga mengerek harga BBM non subsidi jenis pertamax dari Rp12.500 menjadi Rp14.500 per liter.

Untuk meredam dampak kenaikan harga BBM, pemerintah memutuskan untuk menambah bantuan sosial (bansos) sebesar Rp24,17 triliun

Untuk meredam dampak kenaikan harga BBM, pemerintah memutuskan untuk menambah bantuan sosial (bansos) sebesar Rp24,17 triliun.

Bansos itu diberikan dalam tiga bentuk. Pertama, BLT sebesar Rp150 ribu kepada 20,65 juta KPM.

BLT itu akan diberikan selama empat bulan dengan total Rp600 ribu. Namun, pemerintah menyalurkan bantuan dalam dua tahap kepada KPM.

Masing-masing keluarga akan mendapatkan Rp300 ribu dalam tahap pertama. Lalu, mereka akan kembali mendapatkan Rp300 ribu dalam tahap kedua.

Negara menganggarkan dana sebesar Rp12,4 triliun untuk menambah bansos tersebut.

Kedua, BLT untuk pekerja bergaji di bawah Rp3,5 juta per bulan sebesar Rp600 ribu. BLT itu hanya diberikan satu kali kepada 16 juta pekerja.

Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp9,6 triliun untuk menyalurkan BLT tersebut.

Ketiga, pemerintah memberikan subsidi menggunakan 2 persen dari dana transfer umum, yaitu DAU dan DBH sebesar Rp2,17 triliun untuk transportasi umum, seperti ojek.