Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto mendampingi Presiden RI Joko Widodo dalam penyambutan kunjungan kenegaraan Presiden Filipina Y.M. Ferdinand Romualdez Marcos Jr., di Istana Bogor, Senin (5/9).

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan sejumlah penandatanganan nota kesepahaman, salah satunya bidang pertahanan yang ditandatangani oleh Menhan Prabowo dan Senior Undersecretary/Officer-in-Charge (OIC), Department of National Defense (DND) Filipina, Jose C. Faustino Jr., yang disaksikan oleh presiden kedua negara.

Perjanjian ini merupakan pembaruan dari perjanjian Pertahanan RI-Filipina yang ditandatangani tahun 1997, yang mencakup di antaranya kerja sama pendidikan dan pelatihan, kegiatan operasi untuk tujuan tercapainya ketenteraman di daerah perbatasan antara kedua negara, dan teknologi pertahanan.

“Di bidang pertahanan dan keamanan kita mendorong penguatan kerja sama untuk keselamatan dan keamanan perairan di wilayah perbatasan,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga menjelaskan bahwa saat pertemuan bilateral, kedua negara membicarakan peningkatan kerja sama infrastruktur dan industri strategis, di mana beberapa BUMN Indonesia sudah ikut serta dalam program pembangunan di Filipina, di antaranya proyek pemesanan dua kapal Landing Platform Dock PT PAL oleh Filipina, proyek persinyalan kereta di Manila oleh PT LEN, dan rencana pembelian pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia oleh Filipina.

“Saya berharap agar rencana pembelian pesawat NC-212i dari PT Dirgantara Indonesia dapat direalisasikan. Ke depan saya ingin semakin banyak kesempatan bagi BUMN dan perusahaan swasta Indonesia untuk mendukung pembangunan di Filipina,” ungkap Presiden Jokowi.