Perang antara Rusia dan Ukraina meningkatkan risiko bencana nuklir. Kedua belah pihak saling mengeklaim, lawannya telah melakukan serangan ke Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia yang bisa mengakibatkan kebocoran radioaktif.

Kepala pasukan perlindungan radiologi Rusia Letnan Jenderal Igor Kirllov menunjukkan bahwa jika terjadi bencana nuklir, Jerman, Polandia, dan Slovakia akan sangat terpengaruh oleh dampak radiologis.

Akan tetapi, Pakar Energi Nuklir dan Keselamatan Nuklir, Olga Kosharna, yang sebelumnya bekerja di Badan Pengatur Nuklir Negara Ukraina, mengatakan kepada Express bahwa radiasi dapat mencapai beberapa negara lain di sekitarnya, tergantung dari arah mana angin bertiup.

"Dalam skenario ini, [angin selatan bertiup], gumpalan radioaktif, [bisa] melakukan perjalanan ke Bulgaria, Rumania, dan wilayah laut hitam - dalam 23 jam akan mencapai Turki," katanya, Jumat (19/08/2022).

"Jika itu adalah angin timur, gumpalan akan pergi ke Polandia, Hongaria ,atau Republik Ceko," imbuhnya.

Dia mengatakan ada kemungkinan dampaknya bisa menghantam semenanjung Krimea atau bahkan wilayah Rusia.

Zaporizhzhia adalah pembangkit nuklir terbesar di Eropa dan bencana nuklir di sana dapat menyebabkan bencana yang berkali-kali lipat lebih besar daripada Chernobyl pada 1986.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mendesak kedua belah pihak untuk menarik peralatan militer dan tentara dari pabrik.

"Fasilitas itu tidak boleh digunakan sebagai bagian dari operasi militer apapun. Sebaliknya, kesepakatan sangat dibutuhkan untuk membangun kembali infrastruktur murni sipil Zaporizhzhia dan untuk memastikan keamanan daerah tersebut," tuturnya.

Namun, Ukraina mengeklaim bahwa Rusia berusaha untuk menyalahkan Kyiv atas insiden yang bisa saja terjadi hari ini, Jumat (19/08/2022), akibat pengalihan listrik ke wilayah Rusia dan memutuskan aliran ke Ukraina.

Perusahaan energi nuklir negara Ukraina Energoatom mengatakan bahwa hal tersebut akan berisiko menimbulkan bencana radiasi.

Ia menambahkan bahwa memutuskan generator kompleks dari sistem tenaga Ukraina akan mencegah mereka digunakan untuk menjaga bahan bakar nuklir tetap dingin selama pemadaman listrik.

Mematikan reaktor nuklir adalah proses yang kompleks bahkan pada saat-saat terbaik.

Mark Hibbs, rekan senior di Program Kebijakan Nuklir di Carnegie Endowment for International Peace mengatakan jika Rusia mengambil tindakan untuk mematikan sistem tenaga Ukraina, hal itu dapat mengancam keselamatan operasional PLTN, selain menyebabkan krisis energi Ukraina hingga musim dingin.