Berupa pengangkutan nikel dari tambang hingga ke fasilitas pengolahan dan pemurnian atau smelter.

"Kami masuk ke jasa logistik nikel sebagai bentuk dukungan terhadap program hilirisasi tambang mengikuti program prioritas pemerintah," kata Direktur Bisnis Kurir dan Logistik Pos Indonesia, Siti Choiriana di Jakarta, Rabu (17/8/2022).

Choiriana mengatakan, Pos Indonesia telah menaikkan kapabilitas untuk setiap industri karena mengelola industri trading sangat berbeda dengan industri tambang dan industri energi.

Menurutnya, peningkatan kapabilitas itulah yang dimunculkan oleh perseroan dalam memenuhi kebutuhan konsumen.

"Saat ini terbukti bahwa di masing masing industri itu kami sudah dipercaya, contohnya untuk mengurusi nikel," ujar Choiriana.

Sejak Juni 2022, Pos Indonesia telah menggarap jasa pengangkutan nikel dari tambang hingga ke smelter di Morowali, Sulawesi Tengah, dengan nilai kontrak 150.000 ton per bulan.

Perseroan memutuskan masuk ke dalam pengangkutan mineral tambang sebagai wujud ekspansi bisnis dalam bidang logistik.

Pos Indonesia menggunakan kapal kustomisasi berbobot 7.000 deadweight tonnage (DWT) mengingat rute pelayanan harus melewati sungai karena kawasan pertambangan nikel cukup sulit dijangkau armada transportasi.

Selain melayani jasa logistik nikel, Pos Indonesia saat ini juga melayani jasa pengangkutan emas dan batu bara untuk sejumlah perusahaan tambang di dalam negeri.

Sebelumnya, dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI bersama DPD RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (16/8/2022), Presiden Joko Widodo menekankan bahwa pemerintah terus melakukan hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam agar dapat memberikan manfaat bagi ekonomi nasional, hilirisasi nikel misalnya, telah meningkatkan ekspor besi baja 18 kali lipat.

Pada 2014, pemerintah mencatat hanya sekitar Rp16 triliun, tapi di tahun 2021 meningkat menjadi Rp306 triliun berkat hilirisasi. Jokowi mengharapkan hilirisasi nikel bisa mencapai Rp440 triliun sampai akhir tahun 2022.

Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan bahwa Kementerian BUMN akan selalu mendorong hilirisasi di berbagai lini usaha BUMN sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

Menurut Erick, dorongan hilirisasi oleh BUMN itu dilakukan demi mewujudkan kedaulatan negara atas sumber daya alam, peningkatan ekonomi negara, serta penciptaan lapangan pekerjaan seluas-luasnya.