Sementara, angka penjualan rumah tinggal tumbuh tinggi. Untuk investasi tetap menarik.

"Bank Indonesia mengindikasikan bahwa harga properti residensial di pasar primer secara tahunan meningkat terbatas pada triwulan II 2022," kata Direktur Eksekutif yang juga Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, Jakarta, Selasa (16/8).

Survei BI itu, mengungkapkan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) triwulan II 2022, mengalami kenaikan sebesar 1,72 persen secara tahunan alias year on year (yoy).

Kenaikannya relatif terbatas ketimbang pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang mencapai 1,77 persen (yoy).

Sementara triwulan III 2022, lanjut Erwin, kenaikan harga properti residensial primer diperkirakan masih sebesar di angka 1,53 persen (yoy).

Sedangkan dari penjualan, hasil survei triwulan II-2022 itu, mengindikasikan penjualan properti residensial di pasar primer meroket.  

"Di mana, penjualan properti residensial tumbuh positif sebesar 15,23 persen (yoy) pada triwulan II-2022. Setelah terkontraksi di triwulan sebelumnya sebesar 10,11 persen (yoy)," ujarnya.

Dari sisi pembiayaan, kata dia, sebagian besar pembangunan rumah tinggal, berasal dari dana non-perbankan. Pada triwulan II-2022, sebesar 64,82 persen dari total kebutuhan modal pembangunan proyek perumahan, berasal dari dana internal.

Sedangkan pembelian rumah oleh masyarakat, survei BI menunjukkan, sumber pendanaan yang terbesar masih dari fasilitas KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dengan angka 74,97 persen total pembelian rumah.