Kabar bahagia datang dari Nirina Zubir. Setelah hampir satu tahun berjuang melawan eks ART atas dugaan kasus mafia tanah, Nirina Zubir dan keluarga akhirnya mendapatkan keadilan. Riri Khasmita dan Edrianto dinyatakan bersalah atas kasus tindak pidana pemalsuan surat dan tindak pidana pencucian uang.

Pada sidang putusan kasus mafia tanah yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat yang diadakan pada hari Selasa (16/08/2022), para terdakwa, yang saat itu sedang berada di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya, tampak menghadiri sidang secara virtual. Syafrudin Ainor Rafiek selaku hakim ketua pun kemudian membacakan vonis untuk para terdakwa.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Riri Khasmita dan terdakwa Edrianto, telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana yang melakukan pemalsuan surat seolah-olah asli dan menyebabkan kerugian" kata Syafrudin Ainor Rafiek saat membacakan vonis dalam ruang sidang.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Riri Khasmita dan terdakwa Edrianto berupa pidana penjara masing-masing selama 13 tahun dan denda masing-masing sebesar Rp 1 miliar," sambung Syafrudin Ainor Rafiek.

Riri Khasmita dan Edrianto didakwa Pasal 264 ayat 2 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, dan Pasal 3 Undang Udang Republik Indonesia Nomor 8 tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Sementara itu, Nirina Zubir tak terlihat hadir di persidangan. Hanya sang suami, Ernest Coklat, dan sang kakak, Fadhlan Karim, yang hadir dalam sidang tersebut.