Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan, masuknya perusahaan-perusahaan BUMN ke dalam Fortune Indonesia 100, menjadi bukti bahwa BUMN sehat. 

Dikatakannya, pencapaian 20 perusahaan BUMN yang masuk dalam Fortune Indonesia 100 ini harus dijaga, salah satunya dengan terus menjalankan program ekonomi kerakyatan yang bisa membuka banyak lapangan kerja.

“Kemarin Fortune Indonesia 100 mengeluarkan perusahaan besar kurang lebih ada 20 BUMN. Lalu, kalau dilihat, laba dari 10 besar perusahaan itu, 7 adalah BUMN. Artinya BUMN sehat, korporasinya sehat program dari BUMN untuk ekonomi kerakyatan berjalan, dan pembukaan lapangan kerja melalui program BUMN berjalan,” kata Erick Thohir mengutip dari Instagram pribadinya, @erickthohir, Senin (15/08/2022). 

Meski demikian, Erick menekankan, dirinya tidak langsung berpuas diri dengan pencapaian tersebut, dan tetap waspada. Hal ini mengingat ada banyak tantangan di depan yang masih harus dilalui. 

“Kami tidak berpuas diri. Saya melihat prospeknya bagus, tapi kita tetap harus waspada. IMF kemarin bicara 2023 ini akan ada resesi dunia dan banyak negara akan bangkrut. Artinya, ketikan konsolidasi di dalam negeri kuat, external factor kita harus perhitungkan, supply chain ini harus kita jaga,” lanjutnya.

Erick Thohir mengungkap, di sisi lain di masa pandemi Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19, laba BUMN justru mengalami kenaikan. Ini membuatnya percaya diri, tapi kembali lagi faktor geopolitik bisa berdampak pada ekonomi dalam negeri, dan BUMN harus mewaspadi hal itu.

“Nah ini yang kita jaga, sejak tahun 2020, 2021, dan 2022 itu kurang lebih Rp 1.198 triliun, artinya ada kenailkan Rp 68 triliun saat COVID-19. Ini membuat confident dong. Kalau saat COVID-19 saja bisa tumbuh apalagi pasca COVID-19, harus tumbuh dengan tranformasi, inovasi, dan efisiensi,” lanjut dia.