Sebut saja, Bitcoin sempat menyentuh US$25.000, atau sekitar Rp367,1 juta per keping pada akhir pekan waktu Asia, sebelum akhirnya kembali ke harga di mana dia bertahan selama berminggu-minggu. 

Cryptocurrency terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar itu, baru-baru ini diperdagangkan pada sekitar US$24.400, datar selama 24 jam terakhir dan sedikit lebih rendah dari saat dimulainya akhir pekan.

Saat ini, investor tetap optimis tentang indikator ekonomi yang menunjukkan penurunan inflasi dan kemungkinan resesi yang lebih rendah. Bitcoin telah naik selama tiga minggu terakhir untuk berpindah tangan menuju ujung atas kisaran US$20.000 hingga US$24.000.

CEO Manajer dana kripto BitBull Capital, Joe DiPasquale mengatakan, harga Bitcoin yang bertahan di atas US$20.000 per keping, menjadi sinyal bullish. 

"Namun, kami belum menyaksikan penembusan di atas 25.000 dolar AS, yang dapat membuat BTC bergerak cepat menuju kisaran 29.000 dolar AS hingga 30.000 dolar AS,” ujar DiPasquale dikutip dari CoinDesk, Senin (15/8/2022). 

Sebagian besar altcoin lainnya berada di zona merah dalam perdagangan awal pekan ketiga Agustus 2022. Ethereum sebagai kripto terbesar kedua juga mengalami sedikit koreksi dengan turun 1,6 persen dalam 24 jam terakhir.

Keuntungan pasar kripto pada akhir pekan sebagian besar mengikuti saham, yang juga telah mendapatkan kembali kekuatannya dalam beberapa pekan terakhir setelah mengalami tujuh bulan pertama yang suram.