Kepastian itu disampaikan Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga yang menegaskan bahwa biaya bengkak atau cost overrun proyek kereta cepat China ditalangi duit utangan. 

Selanjutnya, kata Arya, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan membayar utang  pembengkakan biaya (cost overrun) proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).

"KCIC yang bayar utang," ungkap Arya, dikutip dari CNNIndonesia.com, Jumat (12/8/2022).

KCIC adalah operator dari proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Indonesia melalui konsorsium BUMN bernama PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) mengempit 60 persen saham KCIC.

Konsorsium itu terdiri dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero) atau PTPN VII.

Kemudian, 40 persen saham KCIC digenggam oleh Beijing Yawan HSR Co.Ltd.

Ia mengatakan, KCIC akan mengajukan utang untuk membayar pembengkakan biaya tersebut. Nantinya, KCIC akan membayar utang itu dari pendapatan operasional.