Cuitan Dubes Ukraina, Vasyl Hamianin dinilai melukai Indonesia. Cuitan nyinyir Hamianin yang mempertanyakan kebijakan luar negeri Indonesia, dianggap terlalu terlalu over.

"Apa yang dilakukan Dubes Ukraina tersebut sangat tidak patut sebagai seorang duta besar yang menjalankan misi diplomatik di suatu negara," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah, Kamis (12/08).

Kemlu sendiri telah memanggil dubes Ukraina itu. Pemanggilan tersebut dilakukan oleh Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemlu Ngurah Swajaya pada 9 Agustus 2022. 

"Dirjen Amerop, Dubes Ngurah Swajaya pada tanggal 9/8/2022 telah memanggil Dubes Ukraina untuk menyampaikan 'displeasure dan kecaman' atas postingan yang bersangkutan di sosial media Kemlu yang mempertanyakan kebijakan luar negeri Indonesia," kata Faizasyah.

Faizasyah mengatakan, tindakan Hamianin itu bertentangan dengan kaidah pelaksanaan diplomasi sebagai duta besar. Menurutnya, sebagai duta besar dari negara lain, Hamianin tidak berhak memberikan komentar negatif terhadap kebijakan Indonesia.

"Tindakan tersebut bertentangan dengan kaidah-kaidah pelaksanaan diplomasi sebagai Duta Besar dan insulting karena dia tidak berhak memberikan komentar (negatif) atau mempertanyakan kebijakan Polugri Pemri negara akreditasi," tuturnya.

Faizasyah juga mengatakan bahwa postingan Hamianin tidak dapat diterima. Dia menambahkan bahwa Kemlu telah memberikan peringatan kepada Hamianin untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.

"Postingan yang bersangkutan di sosmed tidak dapat diterima (unacceptable) dan telah juga mencederai perasaan rakyat Indonesia yang menganggap rakyat Ukraina sebagai sahabat," ungkap Faizasyah.

"Peringatan ini disampaikan atas tindakan-tindakan yang bersangkutan yang dinilai tidak sesuai dengan kaidah dan tugasnya sebagai Duta Besar dan agar tidak mengulangi lagi perbuatan tersebut," imbuh dia.

Sebelumnya, Dubes Ukraina di Indonesia, Vasyl Hamianin menyampaikan kekecewaannya atas pernyataan Kemlu yang merilis kecaman soal serangan Israel di Gaza, Palestina.

Kekecewaan itu disampaikan Hamianin melalui akun Twitter-nya pada 7 Agustus 2022 lalu. Hamianin membalas postingan Kemlu yang mengecam serangan Israel.

"Bagaimana dengan kecaman kuat terhadap serangan brutal di Ukraina selama 5 bulan terakhir? Dan kematian ratusan orang termasuk anak-anak dan umat Muslim?" tulis Hamianin.