Kepolisian Albuquerque, New Mexico, Amerika Serikat (AS), menahan seorang pria yang diyakini sebagai tersangka utama pembunuhan empat laki-laki Muslim dalam beberapa waktu terakhir.

"Kami melacak keberadaan yang diyakini terlibat dalam pembunuhan baru-baru ini terhadap seorang pria Muslim di Albuquerque," kata Kepala Polisi Albuquerque, Harold Medina, melalui kicauan Twitter.

"Sopir ditahan dan dia menjadi tersangka utama kami untuk rentetan pembunuhan (4 pria Muslim) ini. Kami akan menjelaskannya lebih detail Selasa sore ini," ucapnya menambahkan.

Pembunuhan empat pria Muslim ini terjadi antara November 2021 hingga Agustus tahun ini. Tiga pembunuhan di antaranya terjadi dalam rentang waktu dua minggu terakhir. Keempat pria Muslim itu seluruhnya keturunan Asia Selatan.

Tiga korban pertama yakni Muhammad Afzaal Hussain (27), Aftab Hussein (41), dan Mohammad Ahmadi (62). Polisi mengatakan ketiga pria ini "disergap tanpa peringatan, ditembaki, hingga dibunuh."

Korban keempat yakni Naeem Hussain (25) ditemukan tewas beberapa jam setelah gelaran salat Jumat dan pemakaman Hussein dan Ahmadi pekan lalu.

Pihak berwenang masih mencari tahu motif pembunuhan mereka. Polisi belum memastikan bahwa pembunuhan dimotivasi kebencian. Namun polisi memastikan akan mengungkap lebih banyak informasi terkait tersangka.

Ahmad Assed, juru bicara Islamic Center of New Mexico, berharap situasi bisa kembali seperti semula, sebab pembunuhan-pembunuhan yang terjadi telah membuat resah komunitas Muslim.

"Kami berharap negara bagian kita akan bangkit lagi sebagai negara bagian yang kita kenal, yakni yang hangat dan beragam, budaya yang beragam," ujarnya.

Sejumlah organisasi juga telah menawarkan hadiah signifikan bagi yang punya informasi untuk menangkap pelaku.

Presiden AS Joe Biden juga berkata dirinya marah dan sedih atas pembunuhan yang terjadi.

"Serangan-serangan kebencian ini tidak punya tempat di Amerika," ujar Joe Biden.