Instruksi agar BUMN ketatkan ikat pinggang dari Menteri Erick, bukan tanpa dasar. Mengacu kinerja PT PLN (Persero) yang moncer berkat jurus efisiensi ala Menteri Erick.

"Seperti dulu ketika kita minta utang PLN yang Rp 500 triliun terus ditekan dengan pembayaran utang lebih cepat," ungkap Menteri Erick, dikutip Minggu (7/8/2022).

Menteri Erick mengungkapkan, selain pembayaran utang secara cepat, PLN kala itu juga harus rela memangkas belanja modalnya hingga 25%. Hal ini pun dinilai berdampak positif dimana utang PLN dapat terpangkas.

Dia menjelaskan, upaya efisiensi PLN telah dilakukan sejak Zulkifli Zaini menjabat sebagai Direktur Utama dan kini diteruskan Darmawan Prasodjo.

Mengingatkan saja, hingga awal 2022, PLN sukses mengurangi utang hingga Rp 32 triliun.  Kondisi ini dinilai Erick patut menjadi contoh untuk perusahaan BUMN lainnya.

"Jadi artinya efisiensi harus dilakukan di seluruh lini yang ada di BUMN. Ini yang harus kita lakukan terlepas ada penugasan (dari pemerintah)," pungkas Menteri Erick.