Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memotivasi para pemuda Indonesia turut aktif menjadi penggerak    ekonomi Indonesia, khususnya melalui platform digital. 

Menurutnya, kunci sukses untuk diteladani para pemuda  yaitu selalu produktif, memiliki rencana atau peta jalan (road map), dan kreatif untuk sukses dalam berusaha. 

Hal tersebut diungkapkan Mendag Zulhas di hadapan sejumlah pemuda dari sekitar 50 kota di Indonesia yang hadir dalam forum Youth City Changers/YCC (Kolaborasi Komunitas Muda Kota) di  Padang,  Sumatra  Barat,  pada  Minggu  (7/8). 

Acara yang diinisiasi Asosiasi Pemerintah  Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) itu dihadiri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Ketua Dewan Pengurus Apeksi sekaligus Wali Kota Bogor Bima Arya, dan Rektor Institut Pertanian Bogor Arif Satria. Turut mendampingi  Mendag  Zulhas  yaitu Sekretaris Jenderal Suhanto dan Inspektur Jenderal Didid Noordiatmoko.

"Hidup harus produktif agar bermakna dan menghasilkan manfaat yang bernilai. Selain itu, harus memiliki peta jalan sehingga rencana ke  depan dilalui lebih mudah dilalui asal dikerjakan dengan tekun dan kerja keras. Selanjutnya, anak muda juga harus kreatif. Saya yakin, jika itu diterapkan, anak-anak muda hidupnya akan sukses," tegas Mendag Zulhas.

Mendag Zulhas melanjutkan, saat ini dunia sudah sangat terkoneksi dan hampir tanpa sekat sehingga digitalisasi  menjadi bagian penting dari aktivitas perdagangan. 

Untuk  itu, keterampilan memanfaatkan platform digital dalam berdagang menjadi salah satu hal yang harus dikuasai pemuda agar mampu berkontribusi mendorong pertumbuhan ekonomi digital. Saatnya anak-anak muda saat ini didorong tidak hanya mengarah pasar dalam  negeri, tapi harus menyerbu pasar global. 

"Kementerian Perdagangan telah menyiapkan 'jalan tol'  yang bisa dimanfaatkan dengan perjanjian dagang, seperti di level ASEAN dan juga dengan Uni Emirat Arab yang bisa digunakan sebagai hub ke pasar internasional  yang lebih luas dengan bebas tarif. Maka, ditambah dengan kemudahan yang ditawarkan platform digital, diharapkan anak muda bisa menyerbu membawa produk Indonesia ke dunia," lanjut Mendag Zulhas.

Pada 2021, nilai transaksi perdagangan elektronik (e-commerce) Indonesia mencapai Rp401 triliun dan  diperkirakan mencapai Rp526 triliun pada 2022.  Transaksi e-commercelintas negara oleh konsumen Indonesia juga tumbuh signifikan mencapai USD 3,36 miliar atau tumbuh 90,08 persen pada 2021.

Selain e-commerce, perkembangan perdagangan aset kripto juga tumbuh signifikan selama dua tahun terakhir.  Di tahun 2020 nilainya hanya sebesar Rp64,9 triliun, namun pada 2021 sudah mencapai Rp859,4 triliun, dan pada Januari-Juni 2022 mencapai Rp212 triliun.

Menurut Mendag Zulhas, forum YCC sangat baik dimanfaatkan para pemuda untuk mengembangkan keterampilan agar dapat adaptif dan responsif terhadap dinamika nasional dan global. Hal ini penting bagi  pemuda mengingat Indonesia mendapat bonus demografi  dengan jumlah populasi pemuda mencapai lebih dari 64 juta jiwa pada 2021.

"Saya inginmengajak anak-anak muda untuk berkontribusi meningkatkan perdagangan digital di Indonesia. Saya  percaya masa depan Indonesia ada di tangan anak muda," tegas Mendag Zulhas.