Iran mengutuk serangan di Gaza tersebut. Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran bahkan mengatakan Israel akan "membayar harga mahal" atas kejahatan brutal yang ikut memakan korban anak-anak.

"Israel akan membayar harga mahal lainnya untuk kejahatan baru-baru ini," kata Kepala Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran Hossein Salami, seperti diberitakan Al Jazeera, dikutip Minggu.

"Perlawanan Palestina lebih kuat hari ini daripada sebelumnya. Kelompok-kelompok bersenjata sudah menemukan kemampuan untuk mengelola perang besar," tuturnya.

Tak hanya itu, ia juga memastikan Palestina tidak sendirian dalam menghadapi serangan Israel. IRGC Iran dipstikan akan terus ikut dalam perjuangan dalam melawan Israel.

"Kami bersama Anda di jalan ini sampai akhir, dan biarkan Palestina dan Palestina tahu bahwa mereka tidak sendirian," katanya kepada pemimpin kunjungan kelompok Jihad Islam, Ziad al-Nakhala, selama pertemuan di Teheran.

Tak hanya itu, Kementerian Luar Negeri Iran juga mengutuk "serangan brutal" Israel di Gaza.

Presiden Ebrahim Raisi mengatakan Israel "sekali lagi menunjukkan sifat pendudukan dan agresifnya kepada dunia."

Serangan militer Israel menewaskan 15 orang termasuk seorang komandan senior Jihad Islam Palestina (PIJ), kelompok militan yang berbasis di Gaza.

Pihak berwenang Palestina melaporkan setidaknya 10 non-kombatan tewas, termasuk seorang anak perempuan berusia lima tahun, ikut tewas dalam serangan tersebut.

Dalam pernyataannya, pasukan pertahanan Israel (IDF) mengatakan pihaknya menargetkan hingga 20 milisi PIJ tambahan.

Mereka membom situs PIJ lain di Gaza yang digunakan untuk produksi bahan peledak, serta beberapa peluncur roket PIJ. IDF telah berbagi rekaman dari beberapa serangan mendadak pada Jumat hingga Sabtu dini hari tersebut.

Kementerian Kesehatan Jalur Gaza mengonfirmasi laporan ini. Mereka juga mencatat 203 orang terluka akibat gempuran Israel.

Berdasarkan catatan Palestina, para anak yang tewas tersebut merupakan korban serangan udara Israel di Jabalia. Namun, Israel membantah pasukan mereka melancarkan serangan di daerah itu.

Israel menyatakan bahwa mereka akan terus menggempur. Serangan itu bahkan bisa bertahan sampai sepekan ke depan.