Bisa jadi mereka termasuk investasi tak berkualitas karena hanya memanfaatkan gurihnya pasar di Indonesia.

Seperti disampaikan Deputi bidang Promosi dan Penanaman Modal, Kementerian Investasi, Nurul Ichwan, mencari negara yang mau berinvestasi sekaligus melakukan transfer teknologi, tak seperti membalik tangan.

Hal itu menjadi tantangan bagi Kementerian Investasi.
"Apakah ada investor atau negara lain yang secara ikhlas mentransfer teknologinya ke Indonesia, mungkin jawabannya 99,99% (tidak)," ujar Nurul Ichwan dalam diskusi virtual, dikutip Sabtu (6/8/2022).

Namun, ada perusahaan raksasa yang saat ini tengah mendekati Indonesia untuk melakukan investasi. Selain menanamkan modalnya, perusahaan tersebut mau melakukan transfer teknologi.

Nurul tidak mau membocorkan profil perusahaan tersebut. Dia bilang perusahaan tersebut sudah melakukan investasi di China dan menyumbang 40% ekspor negara tersebut.

Nurul menjelaskan, nantinya perusahaan itu tak hanya membangun pabrik, tetapi juga melakukan lokalisasi.

"Nah lokalisasi ini yang menarik, hasil diskusi kami, mereka mau mentransfer teknologinya dan mau mendidik bangsa Indonesia dengan teknologi yang mereka miliki," sambung Nurul.

Dengan demikian, Nurul berharap ke depan Indonesia bisa menjadi seperti China.

"Sehingga Indonesia menjadi basis produksi yang berkolaborasi dengan perusahaan tersebut untuk menyuplai dunia," kata Nurul