Amerika Serikat (AS) mengecam China karena telah memutus kerjasama bilateral kedua negara di berbagai sektor penting, Jumat (05/08/2022). Menurut AS, tindakan China itu sebenarnya 'menghukum seluruh dunia'.

Juru bicara Dewan Keamanan AS, John Kirby, mengatakan, keputusan China untuk menghentikan keterlibatan dalam isu perubahan iklim dan berbagai isu lain adalah tindakan yang tidak bertanggungjawab.

"Mereka pikir mereka menghukum kami dengan menutup saluran ini. Mereka sebenarnya menghukum seluruh dunia, karena krisis iklim tidak mengenal batas dan geografis," kata Kirby, dikutip dari The Straits Times, Sabtu (06/08/2022).

"Penyumbang emisi terbesar dunia kini menolak terlibat dalam langkah-langkah penting yang harus dilakukan untuk melawan krisis iklim, yang sebenarnya berdampak pada (negara) mitra kami di Kepulauan Pasifik karena kenaikan level air laut, pun kebakaran di Eropa," ujarnya lagi.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri China menyampaikan mereka telah memutus kerjasama dengan AS dalam berbagai sektor pada Jumat. Beberapa sektor tersebut yakni perubahan iklim, upaya anti-narkoba, dan dialog militer.

Sebagaimana diberitakan CNN, bentuk pemutusan tersebut termasuk pembatalan sambungan telepon dan pertemuan antara pemimpin pertahanan China dan AS, pun pembatalan pertemuan angkatan laut kedua negara yang ada di bawah mekanisme konsultasi militer keduanya.

Juru bicara Kemlu China, Hua Chunying, juga mengatakan Beijing menangguhkan kerjasama dengan AS terkait imigran ilegal, bantuan resmi terkait isu kriminal, dan melawan kejahatan transnasional.

Pemutusan kerjasama ini dilakukan kala hubungan keduanya memburuk imbas kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS, Nancy Pelosi ke Taiwan beberapa waktu lalu.

Beijing merespons kunjungan itu dengan tegas, yakni dengan melakukan latihan militer yang 'mengepung' Taiwan. Latihan militer itu dilakukan sejak Kamis (04/08/2022), pun menuai kecaman dari AS dan sekutu baratnya.