Pelemahan harga aset kripto ini tampaknya didorong oleh pelemahan ekonomi yang terjadi secara global dan kenaikan suku bunga AS untuk menekan infasi.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono mengatakan, secara keseluruhan jika membandingkan antara performa market kripto kuartal I dan kuartal II 2022 turun. 

Sebut saja, Bitcoin dan Ethereum yang merupakan aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, nilainya cukup fluktuatif. 

Bitcoin menutup kuartal pertama 2022 dengan harga US$ 45.573, sementara di kuartal kedua anjlok mencapai US$ 19.709, atau turun lebih dari 50%.

"Nasib Ethereum juga tidak jauh beda. Pada kuartal I 2022, nilai ETH di level US$ 3.283. Kemudian, pada kuartal II, anjlok dratis menjadi US$ 1.604 atau turun lebih dari 90%," ujar Afid, dikutip dari Kontan.co.id, Kamis (4/8/2022). 

Memasuki kuartal III, Afid melihat keduanya bergerak positif. BTC mampu naik 17,7% di bulan Juli lalu. Sementara, ETH meroket hingga 57% nilainya. Hal ini karena ETH sudah memastikan akan migrasi penggantian protokol proof-of-work dengan proof-of-stake pada September mendatang.

"Penurunan nilai pasar disebabkan oleh economy crash yang terjadi secara global. Kenaikan suku bunga AS untuk menekan infasi dan data ekonomi yang buruk sehingga menyebabkan negara dengan investor kripto terbesar itu masuk ke jurang resesi secara teknikal," tutur dia. 

Merujuk Coinmarketcap, harga Bitcoin pada hari ini, Kamis (4/8/2022) pukul 15.05 WIB, berada di US$ 22.963,43 per BTC. Atau turun 0,50% dalam 24 jam terakhir dan naik 0,11 selama 7H.

Sementara Ethereum dan Binance Coin menorehkan tren serupa. Tercatat, Ethereum saat ini berada di US$ 1.652,35 per ETH atau turun 0,56% dan naik 0,39% selama sepekan. 

Lalu BNB juga sudah menguat 5,23% selama 24 jam, dan naik 13,22% selama 7H menjadi US$ 303,26 per BNB.

Afid mengatakan, masalah selanjutnya adalah geopolitik yang memanas membuat krisis energi dan pangan. Sehingga membuat investor aset berisiko seperti saham dan kripto menjauh dan lebih memilih menabung uang fiat. Kondisi bear market ini kemungkinan akan berlangsung lama.

Menurut Afid, saat ini, pasar kripto sedang berjuang naik. Hal yang perlu diperhatikan oleh investor adalah masih belum yakin bahwa market akan benar-benar mengalami fase reversal, atawa pembalikan positif. Mengingat penguatan harganya tidak dibarengi dengan kenaikan volume perdagangan. 

Sehingga, ada kemungkinan nafsu aset kripto hanya bertahan sementara.

Secara keseluruhan pergerakan harga Bitcoin saat ini masih berada dalam tren bearish. Bukan berarti harga Bitcoin terus turun tanpa adanya pantulan atau kenaikan harga.