Pemimpin Al Qaeda, Ayman Al Zawahiri tewas dalam serangan pesawat tak berawak atau drone Amerika Serikat (AS) di kawasan Shirpur, Kabul, Afghanistan pada Sabtu (30/07) lalu. Tewasnya Ayman Al Zawahiri diumumkan Presiden, Joe Biden, Senin (01/08) waktu AS.

Pria berusia 71 tahun itu tewas setelah AS menembakkan rudal Hellfire R9X menggunakan drone. Hellfire R9X merupakan rudal canggih milik AS yang menyasar korbannya tanpa menimbulkan ledakan.

Hellfire R9X bekerja senyap, saking senyap dan canggihnya, rudal Api Neraka R9X itu bahkan dijuluki rudal ninja. Ada pula yang menyebut The America's Secret Killer. Benarkah? Lantas, bagaimana cara kerja rudal canggih tersebut.

Seorang pejabat senior di pemerintahan Biden mengatakan kepada wartawan, sebuah drone menembakkan dua rudal Hellfire R9X ke Ayman Al Zawahiri yang sedang berjalan ke balkon di rumah persembunyiannya.

Dalam foto-foto bangunan yang dilihat kantor berita AFP menunjukkan jendela pecah di satu lantai, tetapi bagian bangunan lainnya termasuk jendela di lantai lain masih ada.



Canggihnya, saat rudal Api Neraka R9X  tersebut bekerja, sebenarnya anggota keluarga Zawahiri ada di rumah, mereka tidak sengaja ikut menjadi sasaran, tetapi tidak terluka

Rudal Hellfire R9X membawa logam seberat 45 kilogam di ujungnya tanpa hulu ledak, tetapi memiliki enam bilah pedang yang memanjang. Selanjutnya pedang itu menyayat target tanpa menimbulkan ledakan. Itu sebabnya Hellfire R9X dijuluki rudal ninja.

Bilah pedangnya dapat diperpanjang,  dirancang untuk menghancurkan target tanpa memicu ledakan, sehingga mengurangi risiko kematian bagi orang-orang di dekatnya.

Ayman Al Zawahiri pun tewas ditangan rudal ninja tanpa menyebabkan kerusakan parah pada bangunan tempat dia bersembunyi.

Pejabat senior itu menyebutkan bahwa Ayman Al Zawahiri tewas oleh serangan udara yang dirancang dengan tepat.


Rudal Ninja Spesialis Menarget Pimpinan Teroris

Rudal Hellfire R9X menjadi salah satu senjata favorit militer AS untuk pembunuhan presisi, karena risiko dampak kerusakan yang lebih rendah.

Hellfire R9X sudah dipakai AS untuk menewaskan beberapa pemimpin teroris. Wall Street Journal (WSJ) pertama kali memuat laporan soal rudal Hellfire R9X pada 2019. WSJ melaporkan, rudal Api Neraka R9X digunakan dalam perang di Afghanistan, Libya, Irak, Yaman, dan Somalia.

Dalam laporannya, WSJ juga menyebut, rudal Hellfire R9X dapat menembus gedung dan atap mobil. Salah satu contohnya dikutip dari kantor berita AFP adalah ketika rudal Hellfire R9X menewaskan pemimpin senior Al Qaeda, Abu Al Khayr Al Masri saat bepergian dengan mobil di Suriah pada Maret 2017.



Foto-foto kendaraan menunjukkan lubang besar di atap. Logam mobil, semua interior, termasuk penumpang tercabik-cabik secara fisik. Akan tetapi, bagian depan dan belakang mobil tampak utuh.

Sebelumnya, rudal Hellfire yang ditembakkan oleh drone dalam serangan yang ditargetkan dikenal dengan ledakan kuat dan sering kali menimbulkan kerusakan serta korban jiwa yang meluas.

Hingga akhirnya sejak 2017 AS membuat varian rudal Hellfire R9X. Beberapa serangan bertarget lainnya menunjukkan hasil serupa, tanpa bekas ledakan dan target yang tersayat.

Selain Ayman Al Zawahiri dan Abu Al Khayr Al Masri, rudal ini juga diduga menewaskan Jihadi John di Suriah pada 2015. Kemudian membunuh jenderal Iran, Qassem Soleimani di Baghdad pada awal 2020.

Seturut laporan New York Times, Komando Operasi Khusus Gabungan militer yang rahasia mengonfirmasi penggunaan rudal Hellfire R9X dua kali yaitu pada 2019 dan 2020. Akan tetapi, senjata ini juga dilaporkan digunakan pada hampir belasan kesempatan lain untuk membunuh target tertentu.

Diciptakan di Masa Obama, Pentagon dan CIA Tepis Keberadaan Rudal Ninja

Selain dari drone, rudal Hellfire R9X, yang dapat ditembakkan dari helikopter dan kendaraan Humvee ini dikembangkan saat masa kepresidenan Barack Obama pada 2011.

Rudal tersebut diciptakan di tengah kekhawatiran jumlah warga sipil yang tewas dalam serangkaian serangan drone di Timur Tengah.

Pembuat rudal Hellfire R9X adalah perusahaan Lockheed Martin dan Northrop Gumman sesuai permintaan gabungan CIA dan Kementerian Pertahanan AS. Namun, tidak diketahui berapa jumlah senjata ini yang dimiliki Pentagon.



Bahkan, rudal Hellfire R9X disebut senjata rahasia karena tidak dimasukkan dalam permintaan anggaran 2022 untuk pengadaan rudal. Seperti dikutip dari AFP, rudal canggih ini tidak pernah diakui secara publik oleh Pentagon dan CIA.

Maka tak heran banyak yang menyebut The America's Secret Killer.