Dalam hal ini, PT Terra Paradisaea menggandeng China ENFI Engineering Corporation (ENFI) terkait rencana investasi industri smelter HPAL (Baterai) dan RKEF (Stainless) di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara dengan total investasi mencapai Rp130 triliun.

Konsorsium Indonesia-Tiongkok yang dilakukan perwakilan dari PT Terra Paradisaea, Choiril Arief Saleh bilang, rencana pembangunan smelter akan dibagi menjadi tiga tahap yang akan dilakukan di tiga kecamatan yakni Kecamatan Tolala, Kecamatan Batu Putih dan Kecamatan Pakue Kabupaten Kolaka Utara.

“Tahun pertama itu total investasi kita sebesar Rp6 triliun, lalu pada tahap kedua menjadi Rp24 triliun, dan tahap terakhir diperkirakan hingga Rp100 triliun," kata Choiril.

Choiril menjelaskan, dalam rencana pembangunan industri smelter tersebut akan membuka lapangan pekerjaan yang cukup besar. 

Tahap pertama perusahaan akan membuka lapangan pekerjaan untuk 3.000 orang dan tahap kedua bertambah lagi menjadi 5.000 orang sementara tahap ketiga total tenaga kerja yang dibutuhkan mencapai 30 ribu.

Hanya saja, ia membeberkan bahwa pihaknya mengalami kendala karena ada lokasi rencana pembangunan smelter yang masuk dalam Kawasan Hutan Lindung. 

Sehingga dia berharap pemerintah bisa mendukung dan membantu pihaknya.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sultra Anton Timbang menilai bahwa kehadiran PT Terra Paradisaea sebagai salah satu perusahaan nasional yang memiliki niat baik harus didukung penuh terkait investasi tersebut.

“Kondisi investasi di Indonesia itu tercatat enam persen dari perusahaan nasional dan dari luar 94 persen. Pembangunan smelter baru kali ini putra daerah yang membangun di daerah kita, jadi harus kita dukung,” kata Anton.

Dia berharap, dukungan dari gubernur dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk proses perizinan bisa cepat karena direncanakan pada Desember 2022, atau Januari 2023 paling lambat sudah bisa melakukan peletakan batu pertama pembangunan smelter.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi mengatakan, siap membantu masuknya rencana investasi pabrik baterai di daerah Kabupaten Kolaka Utara. Guna meningkatkan perekonomian provinsi tersebut.

Berdasarkan keterangan tertulis Juru Bicara Gubernur Sultra Ilham Q. Moehiddin diterima di Kendari, Gubernur Sultra Ali Mazi bersama Ketua Kadin dan sejumlah OPD menyaksikan pemaparan pembangunan pabrik baterai dan baja di Kabupaten Kolaka Utara oleh PT. Terra Paradisaea yang dilaksanakan di salah satu hotel di Jakarta pada Senin (1/8/2022).

Gubernur Ali Mazi, mengapresiasi rencana PT Terra Paradisaea, apalagi status perusahaan tersebut merupakan perusahaan nasional yang tentunya harus mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah.

Karena, ia meyakini bahwa kehadiran investor akan memberikan angin segar dalam memacu pertumbuhan ekonomi di daerahnya.

“Saya pasti bantu, kalau masalah hutan lindung nanti kita lihat RT/RW-nya, saya pasti akan bantu kalau perlu sampai ke kementerian karena niatnya baik. Asalkan PT Terra Paradisaea ini serius, punya anggarannya dan mau kerja," kata Ali Mazi.

Gubernur Ali Mazi berharap, proses pembangunan industri smelter tersebut dipercepat bahkan sebagai bentuk dukungan investasi, jika memungkinkan ia akan mengeluarkan izin sementara.

“Investor ini kan masuk untuk kepentingan warga, kehadiran mereka untuk warga. Kami imbau jangan halangi kalau dihalangi kapan akan tumbuh dan berkembang daerah itu. Tumbuh dan berkembangnya daerah itu, tergantung kalau ada investor masuk,” kata Gubernur Ali Mazi