PT Pertamina Power Indonesia sebagai Subholding Power & New Renewable Energy Pertamina (Pertamina NRE) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2021, sebagaimana disampaikan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) tahun buku 2021 yang dilaksanakan pada Rabu (8/6).

Pada kinerja keuangan, kinerja positif ditunjukkan Pertamina NRE dengan berhasil membukukan pendapatan, laba bersih, dan EBITDA secara konsolidasian masing-masing sebesar USD 370.984 ribu, USD 81.635 ribu, dan USD 277.390 ribu. Pendapatan konsolidasian mencapai 105 persen, laba bersih konsolidasian mencapai 114 persen, dan EBITDA mencapai 107 persen terhadap RKAP 2021. 

Pertamina NRE juga mencatatkan kinerja operasi yang positif pada tahun 2021, di mana produksi listrik mencapai 4.686 GWh atau mencapai 104 persen terhadap RKAP yang dikontribusikan dari area kerja geothermal Kamojang, Lumut Balai, serta pembangkit tenaga listrik biogas (PLTBg) Sei Mangkei. Kinerja operasional yang positif tersebut juga didukung oleh kinerja HSSE yang baik dengan mencatatkan nihil fatality.

“Kinerja positif ini tidak lepas dari kerja tim yang solid di Pertamina NRE serta dukungan yang diberikan oleh pemegang saham serta stakeholders sehingga kami fokus untuk mewujudkan transisi energi yang diamanahkan oleh Pertamina,” ujar Corporate Secretary Pertamina NRE, Dicky Septriadi.

Sejumlah milestone dicapai Pertamina NRE sepanjang 2021, antara lain penandatanganan head of agreement (HoA) dengan subholding Pertamina lainnya berkaitan dengan transisi energi di internal Pertamina. Pertamina NRE juga berhasil merealisasikan commercial operation date (COD) pembangkit listrik tenaga Surya (PLTS) Sei Mangkei dengan kapasitas 2 MWp serta PLTS RU Cilacap dengan kapasitas 1,34 MWp. 

Di geothermal Pertamina NRE melakukan dua pilot project, yaitu pengembangan green hydrogen di Area Ulubelu serta binary pilot plant di Area Lahendong. Green hydrogen di Ulubelu ditargetkan dapat berproduksi mencapai 100 kg per hari, sedangkan binary plant berpotensi mencapai kapasitas 200 MW dari area-area geothermal lainnya.

Pada tahun 2021 Pertamina NRE berhasil menambah pemasangan PLTS atap di 77 SPBU, sehingga total PLTS atap hingga akhir 2021 berhasil dipasang di 129 SPBU dengan total kapasitas mencapai 0,69 MWp. Selain itu, Pertamina NRE juga telah memasang PLTS di internal Pertamina dengan total kapasitas 0,45 MWp pada tahun 2021. Sehingga total PLTS yang telah terpasang hingga akhir tahun 2021 mencapai 10,48 MWp. 

Pertamina NRE juga telah menandatangani sejumlah nota kesepahaman dengan mitra strategis, antara lain dengan JAPEX dan LEMIGAS untuk proyek carbon capture utilization and storage  (CCUS), dengan Pupuk Indonesia untuk pengembangan hydrogen untuk blue dan green ammonia, dengan ACWA untuk pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT), serta dengan Pembangkitan Jawa Bali (PJB) untuk pengelolaan infrastruktur ketenagalistrikan.

“Pertamina menargetkan pertumbuhan yang agresif terutama dalam kinerja operasional, untuk itu di tahun 2022 kami akan banyak merealisasikan sejumlah milestone project yang akan meningkatkan kapasitas terpasang serta produksi listrik.Tidak hanya ketenagalistrikan, Pertamina NRE juga mengembangkan proyek nature based solution berkolaborasi dengan Perhutani. Dalam rangka G20, Pertamina NRE mendukung peran aktif Pertamina terutama dalam agenda transisi menuju energi yang