Mantan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe dilaporkan ditembak saat memberikan pidato di Nara pada Jumat (08/07) pagi waktu setempat.

Akibat penembakan tersebut, Abe tidak sadarkan diri. Ia mengalami pendarahan dan kini berada di rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Saat Abe pidato, terdengar dua letusan berturut-turut, kata reporter radio publik Jepang NHK. 

"Darah tampak keluar dari dada Abe dan  Seorang pria telah ditahan," ucap si reporter, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Seorang pejabat dari petugas Pemadam Kebakaran Kota Nara mengatakan seorang pria pingsan saat memberikan pidato hari ini, dan pria itu telah diangkut dengan ambulans ke rumah sakit.

Tetapi pejabat itu mengatakan dia tidak dapat mengungkapkan identitas atau status medis pria itu.

Polisi mengatakan, Shinzo Abe kemungkinan ditembak dari belakang. Si penembak diduga menggunakan senjata jenis shotgun.

Polisi sendiri dikabarkan telah menangkap seorang pria yang dicurigai melakukan percobaan pembunuhan dan mengambil senjata.

Shinzo Abe merupakan Perdana Menteri Jepang terlama dalam sejarah sebelum ia mengundurkan diri pada tahun 2020, dengan alasan kesehatan.

Masa jabatan pertama Abe dinodai oleh kontroversi dan kesehatan yang memburuk, dan ia mengundurkan diri sebagai pemimpin partai dan perdana menteri pada tahun 2007, akhirnya kembali ke kedua posisi tersebut pada tahun 2012.

Setelah kembali sebagai pemimpin, ia menjadi kekuatan dominan dalam politik Jepang, memenangkan masa jabatan ketiga pada tahun 2017 dan keempat pada tahun 2019.