Silk Road Fund (SRF) dari China diketahui akan berinvestasi hingga 20 miliar yuan atau sekitar US$ 2,99 miliar yang setara dengan Rp44,55 triliun (kurs Rp 14.900/US$) di Indonesia melalui Indonesia Investment Authority (INA). 

Untuk memfasilitasi kerjasama investasi kedua pihak di Indonesia, kerangka kerjasama Investasi (Investment Framework Agreement/ IFA) sudah ditandatangani oleh Indonesia Investment Authority (INA) dan Silk Road Fund (SRF) dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Senin (04/07/2022).

"Kami yakin investasi di Indonesia dan kawasan di sekitarnya memiliki potensi yang tinggi, apalagi jika dilakukan bersama-sama dengan INA. SRF bermaksud untuk berinvestasi hingga RMB20 miliar atau jumlah yang setara di bawah kesepakatan IFA ini," kata Yanzhi Wang, Presiden SRF dalam keterangan resmi dikutip, Selasa (05/07/2022). 

Berdasarkan keterangan resmi, IFA menetapkan syarat dan prinsip umum yang akan diikuti oleh SRF dan INA saat menyaring dan melakukan investasi bersama.

Silk Road Fund (SRF) adalah dana pembangunan dan investasi jangka menengah dan panjang yang didirikan sebagai tanggapan terhadap Inisiatif Belt and Road dan untuk mendukung pembangunan Belt and Road, Silk Road Fund berkomitmen untuk mempromosikan konektivitas multilateral dan bilateral, ekonomi dan perdagangan, serta kerja sama antara RRT dengan negara-negara terkait lainnya.

Melalui upaya bersama, INA dan SRF bermaksud meningkatkan kerjasama ekonomi antara RRT dan Indonesia.

"Seperti SRF, INA memiliki komitmen yang kuat untuk mempromosikan hubungan ekonomi bilateral. Sebagai bagian dari perjanjian yang ditandatangani, INA akan berinvestasi bersama dengan SRF, juga membuka kemungkinan untuk mengundang investor lain," ungkap Ridha Wirakusumah, Ketua Dewan Direktur INA.

Kedua pihak bermaksud untuk memanfaatkan wawasan pasar masing-masing, hubungan dekat dengan komunitas bisnis lokal yang relevan, kemampuan menginisiasi kesepakatan, serta keahlian manajemen portofolio.

Ruang lingkup investasi yang diatur dalam IFA mencakup berbagai kelas aset dan dana, serta menargetkan semua sektor bisnis yang terbuka untuk investasi asing, khususnya yang mempromosikan pengembangan masyarakat dan konektivitas ekonomi antara Indonesia dan RRT.