Nindy Ayunda kekasihnya yang berinisial MD, beberapa waktu belakangan ini memang tengah disebut terlibat dalam kasus digaan penyekapan mantan sopir pribadinya yang bernama Sulaiman. Di tengah kasus yang bergulir, terduga korban sudah diperiksa oleh pihak berwajib.

Sulaiman sendiri tampak hadir di Polres Metro Jakarta Selatan pada hari Senin (4/7/2022) guna menjalani pemeriksaan. Sulaiman didampingi oleh sang istri Rini Diana dan kuasa hukum Fahmi Bachmid.

"Hari ini, kita menjalani pemeriksaan. Ada saksi dan saksi korban kasus perampasan kemerdekaan yang diatur dalam Pasal 333 KUHP dengan ancaman delapan tahun penjara," kata Fahmi Bachmid. "Korban Pak Sulaiman ini akan dimintai keterangan sebagai korban, ada pelapor juga."

Dalam pemeriksaan ini, Fahmi menghadirkan tiga orang saksi. Adapun saksi-saksi yang diperiksa antara lain, Rini sebagai pelapor, Sulaiman terduga korban dan seorang yang belum diketahui identitasnya.

"Kita bawa tiga. Yang penting ini suami istri. Pelapornya Rini, korbannya Sulaiman. Nanti Sulaiman akan cerita bagaimana ini dan sebagainya. Dia masih trauma sampai detik ini," papar Fahmi.

Akan tetapi, Fahmi enggan menjelaskan lebih mendetail mengenai agenda pemeriksaan kali ini. Meski begitu, pengacara tersebut tidak keberatan menyampaikan hasil pemeriksaan apabila sudah selesai.

"Intisarinya mungkin akan saya sampaikan setelah yang bersangkutan diperiksa. Saya takutnya ada yang salah. Saya pikir, nanti kita lanjutkan," tutup Fahmi Bachmid.

Sementara itu, Nindy Ayunda dilaporkan seorang wanita bernama Rini Diana ke Polres Metro Jakarta Selatan pada 15 Februari 2021. Alasan Rini membuat laporan adalah karena adanya dugaan sang suami sudah disekap Nindy. Laporan tersebut sudah terdaftar dengan nomor LP/904/II/YAN2.5/2021/SPKT PMJ dengan Pasal 333.

Sebelumnya, sempat beredar surat keterangan polisi tentang perkembangan kasus ini. Berdasarkan surat yang beredar itu, kasus penculikan dan penyekapan sudah naik ke tahap penyidikan.