Salah satunya adalah Three Arrows Capital (3AC). Perusahaan investasi kripto kakap yang berbasis di Singapura ini, resmi mengajukan permohonan bangkrut ke pengadilan di New York, AS.

Dilansir dari Reuters pada Senin (4/7/2022), 3AC adalah salah satu investor dengan profil tertinggi yang terkena aksi jual tajam di pasar kripto dan sedang dilikuidasi.

Perwakilan untuk 3AC mengajukan petisi di Pengadilan Kepailitan AS untuk Distrik Selatan New York. Berdasarkan informasi yang dihimpun, perusahaan yang didirikan oleh Su Zhu sejak 2012, mulai menghadapi kesulitan keuangan karena runtuhnya LUNA dan UST pada awal Mei lalu.

Pada pertengahan Juni, 3AC gagal memenuhi beberapa margin call dan akhirnya dilikuidasi pada beberapa posisi perdagangan Bitcoin dan Ethereum. Selain itu, beberapa kreditur, seperti Voyager Digital, meminta agar 3AC membayar utangnya.

Sebelumnya, rumor kebangkrutan 3AC memang telah berhembus. Kabar tersebut datang di kala pasar kripto sedang dalam tren turun alias bearish. Tren salah satunya dialami bitcoin yang sudah mencapai level terendah dalam 18 bulan.

Rumor tersebut juga berangkat dari laporan perusahaan yang menunjukkan penjualan ethereum (ETH) dalam jumlah besar pada penyedia layanan Lido beberapa terakhir. Berdasarkan data tersebut, perusahaan diketahui mengalami likuidasi sebesar ratusan juta dolar AS.

Selain itu, menurut data dari perusahaan forensik blockchain PeckShield ada 15.743 ETH terkait 3AC yang telah dilikuidasi.

Sebagai respons, pendiri perusahaan mengunggah cuitan yang mengatakan sedang berupaya menyelesaikan permasalahan ini.

"Kami sedang dalam proses berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait dan berkomitmen penuh untuk menyelesaikan ini," ujar Su Zhu.

Namun, pernyataan ini kurang meyakinkan publik. Pasalnya, Su Zhu di sosial media pun sudah vakum beberapa hari terakhir. Ia terlihat mulai jarang menulis tweet mengenai perdagangan kripto yang biasanya sering ia lakukan.