Provinsi Bali sebagai destinasi wisata utama di Indonesia mengalami laju pertumbuhan wisatawan dan penduduk yang besar setiap tahunnya yang secara tidak langsung berdampak terhadap peningkatan kebutuhan air baku. 

Pembangunan Bendungan Sidan yang berada di tiga wilayah kabupaten di Bali, yakni Badung, Bangli, dan Gianyar, ditargetkan selesai pada 2023. Sedang dibangun PT Brantas Abipraya (Persero), Asisten Deputi Bidang Jasa Infrastruktur Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Hendrika Nora Osloi Sinaga dengan didampingi Haryadi Komisaris Utama Brantas Abipraya dan Sugeng Rochadi, Direktur Utama Brantas Abipraya berkunjung untuk meninnjau progres pengerjaan bendungan yang nantinya memiliki kapasitas tampung sebesar 3,82 juta meter kubik.

“Bendungan ini adalah salah satu dari 65 bendungan dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), merupakan salah satu diantara beberapa program prioritas di bidang pembangungan infrastruktur di Bali. Nantinya bendungan ini akan bermanfaat meningkatkan jumlah tampungan air sehingga juga mendukung ketahanan pangan dan air di Provinsi Bali,” ujar Sugeng Rochadi.

Tak hanya itu, Sugeng menambahkan bahwa selain mendukung ketahanan pangan dan air di tiga kabupaten di Bali, Bendungan Sidan ini juga bakal mendukung pembangunan pariwisata dan memiliki potensi sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMh) berkapasitas 0,65 MW. Selain itu, Bendungan Sidan juga mampu menyediakan air baku  1,75 m3/detik di Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita).

Bendungan Sidan adalah bendungan tipe Zonal dengan Inti Tegak memiliki Panjang puncak 185 meter serta lebar puncak 8,5 meter yang sumber airnya berasal dari Sungai Ayung. Bendungan ini dilengkapi terowongan pengelak sepanjang 453 meter dengan diameter 5 meter yang berfungsi untuk pengendali banjir dari debit masuk sebesar 405,09 m/detik menjadi 138,20 m/detik debit keluar.

Sebagai informasi tambahan, selain sedang merampungkan Bendungan Sidan, Brantas Abipraya juga sedang mengerjakan beberapa proyek bendungan dan irigasi yang menjadi PSN, yang lokasinya tersebar di tanah air. Dikenal sebagai BUMN karya terunggul dalam pembangunan bendungan, Brantas Abipraya saat ini sedang merampungkan bendungan tertinggi di Indonesia yaitu Bendungan Bener yang terletak di Purworejo-Jawa Tengah, Bendungan Semantok di Nganjuk, Jawa Timur yang bakal menjadi bendungan terpanjang se-Asia Tenggara, Bendungan Ciawi di Jawa Barat yang merupakan bendungan kering pertama di Indonesia. Serta bendungan yang akan mendukung ketersediaan air baku di Ibu Kota Negara (IKN) baru yaitu Bendungan Sepaku Semoi, Kalimantan Timur.

Selain memberi nilai tambah untuk daerah sekitar bendungan yang dibangun Brantas Abipraya, karya infrastruktur sumber daya air yang sedang dikerjakan dan telah dirampungkan ini adalah jawaban dari tantangan climate change atau perubahan iklim yang dihadapi saat ini. Seperti diketahui hal ini membuat terjadinya kekurangan air pada musim kemarau yang berkepanjangan dan curah hujan tinggi yang dapat mendatangkan bencana banjir.

“Pembangunan bendungan dan infrastruktur air menjadi sangat penting saat ini, sehingga pekerjaan ini merupakan bukti komitmen Brantas Abipraya selalu hadir membangun negeri dalam mempersiapkan pra sarana guna mengatasi tantangan perubahan iklim global. Brantas Abipraya akan terus berkontribusi dalam meningkatkan produktifitas pertanian, memudahkan masyarakat sekitar dalam memperoleh air bersih, serta meningkatkan perekonomian masyarakat,” tutup Sugeng.