Pempimpin Tertinggi Korea Utara (Korut), Kim Jong-un menuding Korea Selatan (Korsel) membawa Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 ke negaranya lewat balon udara yang diterbangkan ke perbatasan Pyongyang.

Seperti dikutip Associated Press News, laporan media pemerintah Korut menyebutkan, pusat pencegahan epidemi Korut telah menemukan adanya klaster infeksi di Kota Ipho, kota yang dekat perbatasan bagian tenggara dengan Korea Selatan.

Para penduduk yang berada di kota itu disebut melakukan perjalanan ke Pyongyang usai berkontak dengan 'benda asing' di sana pada awal April lalu. Setelahnya, mereka pun dinyatakan positif COVID-19 varian Omicron.

Pusat pencegahan epidemi lalu memberikan instruksi darurat dengan meminta para pejabat 'waspada dalam menangani benda-benda asing yang datang oleh angin dan fenomena iklim lainnya serta balon' di perbatasan antar-Korea. Pusat epidemi juga meminta para pejabat melacak tuntas sumber benda-benda asing tersebut.

Namun, laporan itu tidak merinci apa benda asing yang dimaksud. Para pengamat menilai tudingan Korut mengenai benda-benda yang diterbangkan melintasi perbatasan sebagai cara untuk meredakan keluhan publik atas penanganan pandemi di negara itu.

Tudingan itu sekaligus menekankan keberatan Korut atas kegiatan pembelot dan aktivis Korsel yang kerap menerbangkan balon-balon udara ke perbatasan.

Kegiatan penerbangan balon sendiri telah dilakukan selama bertahun-tahun oleh para aktivis untuk mendistribusikan ratusan ribu selebaran propaganda yang mengkritik pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. 

Korea Utara pun sering marah kepada pemerintah Korsel karena tidak berusaha menghentikan aksi tersebut.

Saat ini, sebagian besar aksi kampanye selebaran telah dihentikan usai pemerintah liberal Korea Selatan sebelumnya mengesahkan undang-undang yang mengkriminalisasi mereka. Tidak ada pula kegiatan penerbangan balon pada awal April.

Wakil juru bicara Kementerian Unifikasi Korea Selatan Cha Duck Chul mengatakan hingga kini polisi masih menyelidiki aktivitas penyebaran selebaran oleh para aktivis belakangan ini. Ia juga menegaskan bahwa infeksi melalui kontak dengan virus di permukaan barang hampir tidak mungkin terjadi.

Hal itu disebut berdasarkan kesepakatan bersama atau konsensus di antara pejabat kesehatan Korsel dan pakar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Korea Utara sebelumnya juga pernah memberikan pernyataan serupa yang tak masuk akal mengenai COVID-19. Kala itu, Korut mengklaim virus corona dapat menyebar melalui salju yang turun atau burung yang bermigrasi.