Dalam rangka rencana pengembangan pemanfaatan fasilitas iradiator yang dibutuhkan oleh berbagai sektor industri serta upaya menjaga kualitas ekspor produk kelautan dan perikanan serta pemenuhan persyaratan mutu negara, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi melalui Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing mengunjungi PT. Rel-Ion Sterilization Services pada hari Rabu (29 – 06 – 2022).

“Proses iradiasi ini menjadi sangat penting untuk meningkatkan mutu ekspor produk-produk kita,” ungkap Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Dedy Miharja. “Kunjungan ini kita lakukan untuk dapat memahami cara kerja iradiasi serta membicarakan langkah Pemerintah ke depan untuk mendukung hal ini,” tambahnya.

Pemerintah mengatur regulasi serta ketentuan dari iradiasi, termasuk juga yang mengimplementasikan serta memanfaatkannya. “Melalui iradiasi, kita dapat memastikan mutu produk kita terjaga dengan baik dan dapat mempertahankan masa simpan untuk melakukan ekspor dan meningkatkan daya saingnya,” jelas Asdep Dedy.

Sampai saat ini ekspor produk kelautan dan perikanan Indonesia mengalami berbagai hambatan, utamanya adalah tuntutan jaminan mutu internasional dan kasus penolakan negara tujuan ekspor yang disebabkan berbagai macam alasan seperti logam berat, salmonella, juga adanya jejak covid-19.

“Oleh karena itu iradiasi ini sangat dibutuhkan, sedangkan Iradiator di Indonesia saat ini hanya ada dua, dan salah satunya adalah PT. Rel-Ion Sterilization Services. Melalui kunjungan ini, saya harap perwakilan Kementerian / Lembaga yang hadir dapat memahami pentingnya iradiasi ini,” tegas Asdep Dedy.

Perusahaan ini menyediakan layanan sterilisasi, pasteurisasi dingin, dan polimerisasi. Teknologi yang dipakai adalah sinar gamma Cobalt-60 digunakan untuk menghilangkan organisme berbahaya di dalam berbagai produk.

“Saat ini perusahaan kami melayani iradiasi untuk produk kesehatan, farmasi, kosmetik, pertanian, makanan baik yang beku, dalam bentuk beku, ataupun kering,” ungkap Direktur PT Rel-Ion, Yusman.

Fasilitas iradiator gamma yang dimiliki di PT Rel-Ion terdiri dari perisai biologia, sistem keamanan, sistem sumber dan sistem konveyor. “Selama proses berlangsung, radiasi akan membunuh organisme yang mencemari produk. Sehingga, produk menjadi lebih aman,” tambahnya.

Kegiatan kunjungan juga dilengkapi dengan melihat pabrik iradiasi serta alat-alat yang digunakan dalam prosesnya, salah satunya adalah kontainer untuk Pensil Cobalt. Pabrik Iradiator ini dilindungi dengan dinding beton setebal dua meter, untuk memastikan peoses iradiasi berjalan lancar dan aman.

“Kami sangat senang dengan kehadiran dari pihak Pemerintah hari ini, kami harapkan melalui kunjungan proses iradiasi ini dapat lebih banyak diminati,” ujar Yusman.

“Terima kasih atas keterbukaan PT Rel-Ion Sterilization, kami akan tindaklanjuti proses iradiasi ini, khususnya memastikan barang ekspor dan impor sudah sehat dan aman untuk digunakan atau konsumsi. Kita akan terus dorong peluang-peluang untuk meningkatkan mutu melalui iradiasi,” tegas Asdep Dedy.