Menteri BUMN Erick Thohir tidak mau kasus-kasus penyelewengan yang kerap terjadi di lembaganya kembali terjadi. Karenanya, Kementerian BUMN ini berkomitmen menegakkan Standar Operating Procedure (SOP) secara ketat dan melakukan evaluasi kepemimpinan secara berkelanjutan.

Erick Thohir mengatakan penegakkan SOP di BUMN sangat penting. Menurutnya, jika mampu dijalankan dengan baik, praktik-praktik korupsi di dalam tubuh perusahaan-perusahaan pelat merah akan mampu diminimalisir.

Eks Presiden Inter Milan itu juga mengatakan SOP yang baik mampu mencegah seorang pemimpin bertindak otoriter. Sebab, ada standar perusahaan yang harus dijalankan oleh pemimpin perusahaan untuk keberlangsungan perusahaan.

“Tidak mungkin yang namanya pemimpin yang bagus tanpa SOP. Akhirnya apa? Akhirnya pemimpin itu jadi korup karena berkuasa penuh,” tutur Erick.

Ia menjelaskan SOP juga harus selaras dengan kepemimpinan yang baik. Sebab jika pemimpin tidak mampu menjalankan prosedur perusahaan sesuai yang sudah ditetapkan maka akan menjadi penghambat hingga berujung pada penyelewengan.

“Lalu SOP yang bagus tapi tidak ada kepemimpinan yang baik juga percuma,” pungkas Erick.