Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi mengimbau Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution untuk menutup 2 Outlet Holywings yang berlokasi di Jalan A Rifai dan Jalan Merak Jingga, Kota Medan. 

Di Sumatera Utara, outlet Holywings hanya ada di Kota Medan, tidak ada di daerah yang lain di provinsi ini. Sedangkan, izin operasional tempat hiburan malam berada di Pemerintahan Kabupaten/Kota. 

"Saya mengimbau kepada Wali Kota/Bupati, ayo jawab kita jawab aspirasi rakyat untuk menutup Hollywings (di Medan). Karena memang itu menjadi wewenangnya Pemko/Pemkab," tulis Gubernur Edy dalam akun instagramnya dikutip redaksi, Kamis (30/06/2022).

Imbauan penutupan Holywings di Kota Medan, karena dinilai melukai hati umat Islam dan Nasrani dengan promosi minuman keras gratis untuk bermana Muhammad dan Maria. Atas hal itu, mantan Pangkostrad mendukung penutupan outlet tempat hiburan malam itu. 

"Jujur secara pribadi, saya sangat mendukung agar Holywings di Sumut supaya ditutup ajalah karena memang sudah sangat meresahkan. Tapi, karena kewenangan untuk menutup tempat-tempat hiburan malam hanya bisa dilakukan oleh Walikota/Bupati setempat," ucap Gubernur Edy. 

Gubernur Edy meminta Wali Kota Medan untuk peka menerima aspirasi masyarakat untuk meminta outlet Holywings di Kota Medan ditutup.  

"Jadi saya menghimbau kepada Kepala Daerah (Wali Kota Medan) untuk sama-sama kita atasi masalah ini, jawablah aspirasi rakyat dengan cara menutup Holywings ini," kata mantan Ketua Umum PSSI itu.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Medan belum ada rencana mencabut izin operasi dua outlet Holywings di Kota Medan, yakni di Jalan A Rifai dan Jalan Merak Jingga tersebut. 

Akan tetapi, baru sebatas teguran agar mengembangkan bisnis jangan melukai hati umat Islam dan Nasrani khususnya di Kota Medan. 

"Kemarin sudah kita tanyakan baik dengan Forkompimda untuk di Medan memang kemarin belum ada (menutup) seperti itu," sebut Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution kepada wartawan di Kota Medan, Selasa (28/06/2022). 

Atas kasus promosi minuman keras (miras) mencatut nama ‘Muhammad’ dan ‘Maria’ di Holywings beberapa waktu lalu. Bobby mengatakan langsung berkordinasi dengan Polrestabes Medan untuk langkah apa dilakukan menyikapi hal tersebut.

"Kota Medan khususnya sudah saya kordinasikan dengan kapolres. Namun tetap kita imbau karena yang dibuat nama itu, adalah nama yang sangat berarti buat umat muslim atau pun umat kristiani," kata menantu Presiden Joko Widodo itu. 

Bobby mengungkapkan sudah memperingatkan manajemen tempat hiburan malam itu, agar tidak melakukan yang dinilai melukai hati masyarakat yang memeluk agama Islam dan Kristen di Kota Medan. 

"Jadi karena ini, sudah menyangkut seperti itu kami juga menghimbau hal-hal tersebut. Juga diberi pemahaman dari Holywings kepada pemuda lintas agama dan minta maaf kepada umat muslim dan kristiani khususnya di Kota Medan," sebut suami Kahiyang Ayu itu. 

Bobby mengatakan izin operasional dua outlet Holywings di Kota Medan terus berjalan. Sehingga Pemkot Medan belum ada mengambil tindakan untuk mencabut izinnya secara permanen.

"Izinnya sekarang masih berjalan namun sudah beri teguran melalui pak kapolres kita, sama-sam berkolaborasi dengan Kapolres, Holywings dan lintas agama. Untuk bisa meminta maaf secara langsung kemarin kepada umat islam dan nasrani kota Medan," ucap Bobby.