Tesla menghapus tim anotasi data, PHK (pemutusan hubungan kerja) hampir 200 karyawan dan menutup kantor San Mateo, California, Amerika Serikat. Informasi berasal dari Bloomberg dan dikonfirmasi sumber anonim kepada Tech Crunch.

Sebagai informasi, Tesla memiliki ratusan karyawan anotasi data yang bekerja di tim Autopilot San Mateo California dan Buffalo New York. Di San Mateo memiliki 276 pegawai dan memberhentikan 195 orang.

Menurut sumber, 81 pekerja yang tersisa di San Mateo akan dipindahkan ke kantor lain, dikutip dari Tech Crunch, Rabu (29/06/2022).

Sebagian besar pekerja adalah dengan keterampilan dan upah rendah seperti pelabelan data Autopilot. Pekerjaan itu melibatkan penentuan apakah algoritma Tesla mengidentifikasi suatu obyek dengan baik atau buruk.

Menurut sumber, pemecatan tim akan berlangsung berbulan-bulan. Sedangkan pekerjaan tersebut akan diturunkan kepada kantor di Buffalo.

Glassdoor melaporkan pekerjaan seperti spesialis anotasi data atau analis data di Tesla dibayar lebih sedikit di kantor Buffalo dibandingkan San Mateo. Tech Crunch mencatat belum jelas apakah perusahaan akan memindahkan pekerjaan ke kantor New York.

Ini kemungkinan sebagai cara mengurangi biaya atau strategi memenuhi syarat banyak insentif pekerjaan di negara bagian New York, yakni kredit pajak program New York Youth Jobs atau kredit pekerjaan penyandang disabilitas.

Badai PHK memang telah direncanakan akan dilakukan oleh Tesla. The chief executive officer (CEO) Elon Musk mengungkapkan rencana tersebut dalam surat kepada karyawannya awal bulan Juni lalu.

Saat itu, Elon Musk menuliskan perusahaan berencana mengurangi jumlah pegawai yang digaji sebesar 10%. Menurutnya, Tesla telah kelebihan staf di banyak area.

Dalam laporan ke bursa saham Amerika Serikat, tahun 2021 Tesla memiliki 99.920 karyawan. Artinya jika benar rencana Elon Musk itu, ada 9.992 orang yang terkena PHK di Tesla.