Bos Tesla Elon Musk memprediksi bahwa resesi akan menimpa ekonomi AS dalam waktu dekat. Prediksi resesi itu menyusul kebijakan Federal Reserve yang baru-baru ini menaikkan suku bunga. Kenaikan suku bunga juga akan dilakukan secara agresif untuk menekan inflasi.

“Resesi tidak terhindarkan, dan resesi lebih mungkin terjadi dalam waktu dekat,” kata Musk saat berbicara di Forum Ekonomi Qatar mengutip Forbes.

Sebelumnya, dalam email internal kepada para eksekutif Tesla, salah satu orang terkaya di dunia ini diungkapkan oleh beberapa pemimpin bisnis top lainnya. Musk mengatakan dia memiliki kekhawatiran tentang ekonomi yang terjadi saat ini. Hal inilah yang menjadi sebab kebijakan PHK di Tesla.

Forbes mencatat, 76,1 persen CEO percaya, mereka akan menghadapi resesi sekitar akhir tahun 2023 di wilayah operasi mereka. Survei tersebut, dilakukan oleh kelompok riset bisnis Conference Board pada bulan Mei, atau sebelum kenaikan tajam suku bunga Federal Reserve, yang meningkatkan kekhawatiran tentang resesi.

CEO Morgan Stanley James Gorman dilansir kompas.com juga mengungkapkan kekhawatirannya akan resesi. Gorman mengatakan, peluang resesi yang terjadi 50:50, dengan tingkat yang cukup dalam dan waktu yang panjang.

Sementara itu, CEO JP Morgan Jamie Dimon, juga menyebutkan resesi sebagai badai ekonomi yang dipicu oleh perang Ukraina dan inflasi AS yang tinggi. Dimon mengatakan, bank-nya saat ini sedang mempersiapkan pilihan yang terburuk jika resesi terjadi.

Hal senada disampaikan juga oleh CEO Wells Fargo Charles Scharf yang mengakatan akan sulit untuk menghindari resesi. Namun ia memperkirakan resesi tidak terjadi dalam waktu dekat ini.

Pekan lalu, Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin ke kisaran target 1,5 persen hingga 1,75 persen. Kenaikan suku bunga tersebut merupakan yang tertinggi dalam 28 tahun terakhir. Di sisi lain, inflasi pada bulan Mei juga masih cukup tinggi yakni 8,6 persen atau tertinggi dalam 40 tahun.