DPR angkat bicara ihwal munculnya aspirasi melegalkan penggunaan ganja untuk keperluan medis atau pengobatan.

Aspirasi legalisasi ganja untuk medis ini tentunya akan dipertimbangkan secara seksama dengan meminta pendapat para ahli.

"Kami tentu akan mengkajinya secara hati-hati dan mendengarkan pendapat para ahli kesehatan, baik dokter maupun farmakolog," kata anggota Komisi III, Arsul Sani kepada wartawan, Senin (27/06).

Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengakui, Komisi III menerima aspirasi dari kalangan masyarakat tertentu untuk melegalisasi ganja demi pengobatan.

Selain itu, masyarakat  menyampaikan aspirasi agar ganja diterima sebagai bagian dari perawatan atas penyakit tertentu.

"Dan tentu tidak bisa terburu-buru untuk menerima atau menolak begitu saja terkait kemungkinan legalisasi ganja untuk pengobatan," ujar Arsul.

Wakil Ketua MPR itu menyebutkan, Komisi III tidak akan melakukan pengkajian legalisasi ganja jika bertujuan mendukung untuk hal kesenangan belaka.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sufmi Dasco Ahmad menyebutkan, DPR bakal mengkaji wacana melegalisasi ganja untuk kebutuhan medis.

Hal ini ia sampaikan merespons aksi seorang ibu bernama Santi Warastuti yang menyuarakan legalisasi ganja medis di area car free day, Jakarta.

"Kita akan coba buat kajiannya apakah itu kemudian dimungkinkan untuk ganja itu sebagai salah satu obat medis yang memang bisa dipergunakan," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.

Politikus Partai Gerindra itu mengakui, di sejumlah negara, ganja memang bisa digunakan untuk pengobatan atau keperluan medis.

Akan tetapi, hukum yang berlaku di Indonesia belum mengizinkan ganja untuk keperluan medis.