Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pemerintahan Desa sebagai leading sektor program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) saat ini tengah fokus untuk mempercepat pelaksanaan program P3PD terutama terkait penyerapan anggaran, agar target penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas belanja di desa dapat berjalan dengan baik.

Hal itu diucapkan Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Desa sekaligus Sekretaris CPMU P3PD Chaerul Dwi Sapta saat membuka 'Rapat Koordinasi Lintas Komponen Project Impelementing Unit (PIU) P3PD', Jumat (24/6/2022).

Chaerul mengatakan saat ini ia tengah melakukan beberapa pembenahan agar keterlambatan pelaksanaan program P3PD di tahun sebelumnya dapat berjalan baik ke depannya. 

“Kami saat ini fokus untuk membenahi dan mengejar keterlambatan program P3PD. Kami juga telah melaksanakan beberapa rapat teknis pelaksanaan program P3PD antara Pemerintah Indonesia dan Bank Dunia, tentunya harapannya P3PD ini berjalan baik untuk mencapai target penguatan kelembagaan desa dan meningkatkan perekonomian bagi masyarakat desa, menuju desa maju, mandiri, dan sejahtera,” ungkap Chaerul.

Chaerul mengungkapkan saat ini beberapa komponen baik Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kemendes PDTT, Kemenko PMK, Bappenas bertekad untuk Bersama membangun desa dengan memperkuat aparatur desa. 

Untuk memperkuat hal tersebut juga telah dilaksanakan ‘Rapat Koordinasi Lintas Komponen Project Impelementing Unit (PIU)’ 23-25 Juni 2022, rapat ini merupakan rapat koordinasi menjelang dilaksanakan rapat Steering Committee (SC) antar pimpinan lintas Kementerian/Lembaga bersama Bank Dunia.

“Rapat Koordinasi Lintas PIU mengangkat isu-su strategis, menjelang rapat Steering Commitee yang akan dilaksanakan tidak terlalu lama lagi,” ungkap Chaerul.

Melalui rapat ini ia berharap P3PD yang akan berjalan di Tahun 2022 mendapat keputusan yang baik dari Bank Dunia, apalagi Bank Dunia telah melakukan Implementation Support Mission (ISM) ke V.

Dalam rapat ini Chaerul berharap menghasilkan kesepakatan untuk merapihkan KPI (Key Performance Indicator) yang saat ini perlu dilakukan perubahan karena target P3PD di tahun- tahun sebelumnya tidak berjalan dengan baik.

“Ke depan anggaran $249 Juta yang sudah ditetapkan dalam program P3PD dapat dimaksimalkan untuk pelaksanaan pembinaan kapasitas aparatur pemerintahan desa,” tutur Chaerul.

Chaerul menerangkan hasil kesepakatan rapat ini akan disampaikan kepada pimpinan masing-masing, untuk selanjutnya dihimpun menjadi perbaikan baik penggunaan anggaran capaian target isu terhadap perubahan amandemen, perbaikan KPI, penggunaan dana yang sesuai Peraturan Perundang-Undangan dan administrasi pemerintahan agar akuntabilitas bisa tercapai. 

Khairul Rizal Perencana Ahli Madya Koordinator Perdesaan Bapenas mengatakan rapat koordinasi yang mempertemukan lintas komponen sangat strategis, di mana dalam rapat ini akan dilakukan langkah konkrit ke depannya untuk kemajuan program P3PD. Menurut Khairul, Bappenas siap mendukung penuh pelaksanaan program P3PD.

“Rapat ini sangat strategis, di sini mempertemukan semua komponen P3PD, kita konsolidasi agar mempunyai pemahaman yang sama dan juga punya langkah aksi yang konkrit, saling bersinergi,” kata Khairul.

“Bappenas siap membantu secara lintas sektoral saat rapat Steering Comitee di tingkat tinggi di level Eselon 1. Selain itu, terkait penggunaan skema Dekosentrasi, mungkin kalau disetujuin lintas K/L, ini menjadi proposal ke Bank Dunia untuk menyetujuin dana Dekon,” tambah Khairul.