Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, ada empat negara di Eropa yang sudah melirik batu bara dari Indonesia. Adapun keempat negara tersebut diantaranya yakni Jerman, Spanyol, Italia, dan Belanda.

Staf Khusus Menteri ESDM, Irwandy Arif mengatakan, setidaknya empat negara tersebut baru sebatas penjajakan awal. Sehingga belum diketahui secara pasti berapa volume produksi yang akan digenjot Indonesia untuk memenuhi batu bara yang diminta oleh negara-negara tersebut.

"Ya enggak tahu (penambahan produksi) semula saja belum dicapai. Kalau misalnya hujan agak berhenti ya lumayan itu," ujar Irwandy ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Jumat (24/06/2022).

Di samping itu, jika Indonesia ingin menjual batu bara ke Eropa, paling tidak kualitasnya harus memenuhi kebutuhan mereka. Pasalnya, Eropa pada umumnya menggunakan batu bara kualitas di atas 5.500 kalori/kg. "Tapi ingat Eropa mintanya di atas 5500," ungkap Irwandy.

Selain negara Eropa, menurut Irwandy India yang merupakan salah satu negara tujuan ekspor batu bara terbesar Indonesia juga meminta tambahan batu bara. Namun demikian, ia tidak merinci seberapa besar tambahan produksi yang diminta India.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Ridwan Djamaluddin sebelumnya juga mengatakan telah terdapat permintaan batu bara RI untuk Jerman dan India. Meski begitu, hingga sampai saat ini belum ada surat resmi dari kedua negara tersebut.

"Ini kan baru pembicaraan-pembicaraan. Belum resmi. Belum ada surat permintaan resmi," kata dia saat ditemui di Gedung DPR RI, Selasa (22/06/2022).

Dengan melihat kondisi itu, maka pemerintah belum berencana untuk melakukan peningkatan produksi. Bahkan, sejauh ini belum ada perusahaan batu bara yang mengajukan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB) untuk menggenjot produksi.

Untuk diketahui, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku telah ditelepon oleh lima Presiden dan Perdana Menteri (PM) negara lain terkait permintaan batu bara dari Indonesia. Jika tidak dikirimi batu bara, maka listrik dan industri negara tersebut bakal padam.

"Ada lima Presiden dan Perdana Menteri yang telepon saya. Presiden Jokowi mohon kita dikirim batu baranya segera dengan cepat. Kalau tidak kita mati listrik, industri kita mati," terang Jokowi dalam acara Rakernas PDI Perjuangan di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (21/6/2022).

Dari banyaknya permintaan ekspor batu bara, Jokowi menyadari bahwa Indonesia memiliki kekuatan yang besar terhadap batu bara yang ada di dalam negeri. Tak hanya batu bara, Indonesia juga memiliki kekuatan yang besar dari produk Crude Palm Oil (CPO), yang mana ada beberapa negara juga yang meminta untuk RI mengekspor segera CPO-nya.