Kasus yang menimpa Ustaz Yusuf Mansur sebagai tergugat tas kasus tabung tanah telah sampai pada keputusan. Pengadilan Negeri Tangerang memutuskan menolak gugatan yang diajukan oleh Sri Sukarsi dan Marsiti yang meminta ganti rugi atas tabung tanah kepada tergugat, Ustaz Yusuf Mansur, senilai Rp 337.960.000, pada gelaran sidang putusan.

Sidang putusan yang digelar pada hari Rabu (22/06/2022), merupakan perkara yang terdaftar dengan nomor 1366/Pdt.G/2021/PN Tng diajukan oleh Sri Sukarsi dan Marsiti.

Dalam gugatannya, Ustaz Yusuf Mansur diduga telah melakukan perbuatan hukum yaitu berupa pengumpulan dana yang tidak sah. Pengumpulan dana dihimpun dari proyek Program Tabung Tanah. Ustaz Yusuf Mansur kemudian digugat dan diminta membayar total kerugian senilai Rp 337.960.000.

Dalam sidang putusan itu, Hakim Ketua menjelaskan alasan gugatan tersebut tidak diterima, yaitu karena pihak penggugat tidak memasukan koperasi Merah Putih sebagai entitas yang dilaporkan, padahal uang investasi yang menjadi permasalahan tersebut masuk ke koperasi Merah Putih, dan bukan Ustaz Yusuf Mansur secara pribadi.

"Menimbang bahwa majelis hakim dalam kesimpulan dengan adanya kecenderungan hukum antara para penggugat yang telah pihak menginvestasikan uangnya dalam gugatan Tabung Tanah dan menjadi anggota koperasi Merah Putih dan juga menjadikan para investor setiap bulan hasil karena main setiap bulan setiap dalam hitungan laporan sistem Jakarta Pusat untuk membuka bidang tanah para penggugat dan jamaah lainnya terhadap program Tabung Tanah," kata Hakim Ketua, dalam ruang sidang di Pengadilan Negeri Tangerang.

"Atas nama Koperasi Merah Putih, apabila merasa dirugikan tersebut diatas harus ditarik atau disertakan sebagai pihak dalam perkara," sambung Hakim Ketua.

Oleh karena alasan tersebut, Hakim Ketua memutuskan untuk mengabulkan eksepsi dari pihak Ustaz Yusuf Mansur, dan menolak gugatan dari penggugat.

"Dengan ini mengabulkan eksepsi tergugat dalam pokok perkara dan dinyatakan gugatan penggugat tidak diterima" pungkas Hakim Ketua.