Alih-alih melontarkan pernyataan kontroverisial dan bernada kebencian, Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi menyarankan kepada Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk mengubah strategi promosinya agar lebih disukai masyarakat.

"Di saat nama Anies dan ketokohannya moncer saat ini, sebaiknya alih-alih komen tidak dukung, sebaiknya PSI nebeng popularitas Anies, biar PSI terdongkrak suaranya," kata Muslim seperti dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL. Selasa (21/6/22). 

Hal tersebut diungkapkan Muslim saat mengomentari pernyataan Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie yang menyatakan tidak akan mendukung Anies di Pilpres 2024 nanti.

Menurut Muslim, pengumuman PSI yang menyatakan tidak mendukung Anies Baswedan untuk Pilpres 2024 dianggap tidak berpengaruh signifikan terhadap peta bursa pencapresan.

Sebab, PSI bukan sebagai parpol yang lolos ke Senayan sehingga tidak punya ambang batas syarat pencalonan presiden.

"Kalau PSI tidak dukung Anies di 2024, kan PSI tidak punya ambang batas, sehingga PSI tidak dibutuhkan di Pilpres 2024," ujar Muslim kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (21/6).

Menurut Muslim, pernyataan Grace Natalie tersebut rancu dan terkesan sebatas ungkapan kebencian kepada sosok gubernur yang mengalahkan Cagub Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat didukung PSI 2017 lalu.

"Wong partai sekelas PDIP saja lakukan pendekatan dengan Anies saat di Formula E dahulu. Bahkan Puan Maharani sebagai Ketua DPR dan pimpinan PDIP keluarkan HP dan selfie di samping Jokowi. Begitu juga partai sekelas Nasdem saja melalui Rakernasnya telah usung Anies," tandasnya.

Sebelumnya, Grace Natalie menyatakan, PSI tidak akan mendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Sosok Anies dianggap bertentangan dengan prinsip partai.

Grace mengatakan hal tersebut setelah partai NasDem menyatakan akan merekomendasikan Anies sebagai Capres.

“Menyangkut hal ini, sudah sangat jelas bahwa PSI tidak akan mendukung Mas Anies di Pilpres 2024," ujar Grace kepada wartawan, Minggu (19/6/2022).

Grace menyebut prinsip partainya adalah anti intoleransi dan korupsi. Anies disebutnya terindikasi salah satu atau keduanya.

"Kami memeluk teguh prinsip anti-intoleransi dan anti-korupsi. Maka, tak mungkin kami mendukung kandidat yang bermasalah dalam dua atau salah satu prinsip tersebut,” ujarnya.