Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengubah 22 nama jalan dengan menggunakan nama tokoh-tokoh Betawi. Anies mengatakan, penggunaan nama tokoh betawi merupakan apresiasi atas peran para tokoh tersebut dalam perjalanan Kota Jakarta.

"Mereka adalah pribadi-pribadi yang kita kenang, karena mereka telah memberikan manfaat bagi sesama. Mereka ini adalah pribadi-pribadi yang kita kenang, kita ingat karena hidupnya dihibahkan untuk kemajuan," ungkap Anies.

Nama tokoh Betawi yang dijadikan nama jalan di antaranya Jalan Mpok Nori yang sebelumnya Jalan Raya Bambu Apus, dan Jalan H. Bokir Bin Dji'un yang sebelumnya Jalan Raya Pondok Gede.

Anies juga mengubah nama Jalan Raya Kebayoran Lama menjadi Jalan Bang Pitung. Diketahui, Si Pitung merupakan salah satu tokoh jawara dari Betawi.

Ia berharap penamaan tokoh-tokoh Betawi menjadi nama jalan ini akan mengingatkan generasi mendatang bahwa banyak tokoh dari tanah Betawi yang memiliki kontribusi besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Harapannya nanti menjadi pengingat kepada kita semua bahwa di sini, di kota ini telah tumbuh pribadi yang disebut sebagai dengan nama jalan," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat tak perlu khawatir ada kerumitan administrasi data kependudukan imbas perubahan sejumlah nama jalan tersebut. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah berkoordinasi dengan kepolisian hingga Badan Pertanahan Nasional (BPN) ihwal perubahan sejumlah nama jalan itu.

"Ini sudah dibahas bersama, baik dengan pihak kepolisian, karena nanti mungkin masyarakat menanyakan nanti bagaimana BPKB-nya, udah terlanjur ketulis namanya. Sudah dibahas dengan itu," kata Anies.

"Lalu sertifikat tanah sudah pula dibahas dengan BPN. Insya Allah enggak ada masalah dan nanti di kependudukan Dukcapil jadi KTP, Kartu Keluarga daj lain-lain secara bertahap bisa langsung diperbaharui dengan nama yang baru sehingga tidak menimbulkan masalah," katanya.

Menurut dia perubahan nama jalan di Jakarta ini merupakan salah satu upaya mempermudah masyarakat. Pasalnya, banyak nama jalan yang menurutnya saat ini sulit dihapal.

"Ada banyak ruas-ruas yang amat panjang yang kita tidak tahu lagi ini jalannya mana, karena jalannya amat panjang namanya, kemudian kita tata sehingga menjadi penunjuk yang sesungguhnya," katanya.

Adapun 22 nama jalan yang diubah Anies yaitu:

1. Jalan Entong Gendut sebelumnya Jalan Budaya

2. Jalan Haji Darip sebelumnya Jalan Bekasi Timur Raya

3. Jalan Mpok Nori sebelumnya Jalan Raya Bambu Apus

4. Jalan H Bokir Bin Dji'un sebelumnya Jalan Raya Pondok Gede

5. Jalan Raden Ismail sebelumnya Jalan Buntu

6. Jalan Rama Ratu Jaya sebelumnya Jalan BKT Sisi Barat

7. Jalan H Roim Sa'ih sebelumnya bernama Bantaran Setu Babakan Barat

8. Jalan KH Ahmad Suhaimi sebelumnya bernama Bantaran Setu Babakan Timur

9. Jalan Mahbub Djunaidi sebelumnya Jalan Srikaya

10. Jalan KH Guru Amin sebelumnya Jalan Raya Pasar Minggu sisi utara

11. Jalan Hj Tutty Alawiyah sebelumnya Jalan Warung Buncit Raya

12. Jalan A Hamid Arief sebelumnya Jalan Tanah Tinggi 1 gang 5

13. Jalan H Imam Sapi'ie sebelumnya Jalan Senen Raya

14. Jalan Abdullah Ali sebelumnya Jalan SMP 76

15. Jalan M Mashabi sebelumnya Jalan Kebon Kacang Raya sisi utara

16. Jalan HM Shaleh Ishak sebelumnya Jalan Kebon Kacang Raya sisi selatan

17. Jalan Tino Sidin sebelumnya Jalan Cikini VII

18. Jalan Mualim Teko sebelumnya Jalan depan Taman Wisata Alam Muara Angke

19. Jalan Syekh Junaid Al Batawi sebelumnya Jalan Lingkar Luar Barat

20. Jalan Guru Ma'mun sebelumnya Jalan Rawa Buaya

21. Jalan Kyai Mursalin sebelumnya jalan di Pulau Panggang

22. Jalan Habib Ali Bin Ahmad sebelumnya jalan di Pulau Panggang.