Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Mohammad Rum mengatakan, investor China siap membiayai pembangunan awal kereta gantung di Gunung Rinjani hingga Rp600 miliar.

Rum mengatakan, kebutuhan dana untuk proyek itu akan dipenuhi oleh pengusaha China dengan menggandeng PT Indonesia Lombok Resort.

"Mereka sudah dapat izin, DED (detail engineering design) sudah masuk ke Pemda NTB," ungkap Rum, dikutip dari Detik, Senin (20/6/2022).

Sementara, Rum mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB sedang membahas feasibility study (FS) proyek kereta gantung di Gunung Rinjani.

Pemprov NTB, kata Rum, juga akan mengkaji analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) terkait proyek kereta gantung di Gunung Rinjani. Hal ini akan dilakukan bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Kami optimistis ya, AMDAL itu lolos karena saat ini investor dari China akan mengirim uang sebesar Rp600 miliar dari melalui duta besar China di Jakarta," ujar Rum.

Jika semua sudah beres, dana investor sebesar Rp600 miliar akan dicairkan melalui dubes China di Jakarta. Namun, Rum tak menjelaskan rinci apakah pencairan akan dilakukan secara bertahap atau sekaligus.

"Uang sebanyak itu kan harus ada regulasi sendiri untuk pencairannya. Jadi harus melalui pengetahuan dubes China di Jakarta," jelas Rum.

Saat ini, pihak investor akan melengkapi data dan dokumen masterplan terkait rencana pembangunan kereta gantung di Gunung Rinjani.

Berdasarkan kajian sementara, proyek ini tak merusak ekologis hutan yang ada di sisi Taman Nasional Gunung Rinjani. Pasalnya, kereta gantung akan dibangun di luar kawasan dari TNG Rinjani Lombok.

"Jadi proyek ini tidak merusak hutan ya karena tidak dibangun di jalur TNGR, mereka di bawah atau di luar TNGR," kata Rum.

Ia menambahkan proyek kereta gantung akan menyerap beberapa tenaga kerja lokal di Lombok. Kemudian, biaya untuk naik kereta tersebut diproyeksi mencapai Rp500 ribu.

"Jadi ketika selesai atau finish di situ, penumpang akan tetap jalan kaki kalau harus mendaki ke Gunung Rinjani," tutup Rum.