Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir berkunjung ke kantor Kementerian Pertahanan pada akhir pekan kemarin. Kedatangan Erick disambut langsung Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto.

Erick tampak mengenakan kemeja berwarna gelap yang dipadu dengan celana hitam. Sementara itu, Prabowo mengenakan kemeja safari berkantong empat berwarna khaki.

Dalam video berdurasi singkat, Prabowo menyambut Erick di depan pintu Kantor Kementerian Pertahanan. Keduanya kemudian masuk ke sebuah ruangan dan duduk bersebelahan di sebuah kursi besar berwarna hitam.

Melalui akun Instagram miliknya @erickthohir, Erick mengaku kedatangannya ke kantor Prabowo untuk berdiskusi.

"Diskusi terbuka dengan Pak @prabowo di Kementerian Pertahanan RI. Ayo tebak lagi berdiskusi soal apa?" tulisnya.

Tidak ada ucapan yang keluar dari kedua pejabat publik ini dalam video yang diunggah Erick.

Hingga Senin (20/06) pagi unggahan Erick Thohir ini mendapatkan beragam respons, dengan 221 komentar dan 7.296 orang menyukainya.

Umumnya para netizen menebak keduanya mendiskusikan mengenai kemungkinan untuk menjadi pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) pada pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Selain itu, ada juga yang menebak terkait industri pertahanan nasional. Lantas apa yang dibicarakan antara Erick dan Prabowo?

Isi oembicaraan kedua menteri di Kabinet Indonesia Maju itu akhienya terungkap. Juru Bicara Kementerian Pertahanan, Dahnil Anzar sendiri membenarkan pertemuan tersebut.

Dahnil mengatakan, Erick Thohir dan Prabowo membahas tentang industri pertahanan. "Koordinasi terkait industri pertahanan saja. Revitalisasi produk lokal alutsista Indonesia melalui industri pertahanan domestik pada BUMN kita," ungkap Dahnil.

Selain membahas mengenai revitalisasi alutsista, Dahnil menambahkan, keduanya juga sepakat menguatkan industri pertahanan dalam negeri.

Sebelumnya diketahui pemerintah tengah menggalakan percepatan holding BUMN Pertahanan. Pasalnya hal tersebut dapat membantu penyegaran alutsista Indonesia yang lebih murah dan cepat.

Dengan begitu, koordinasi Menhan Prabowo dan Menteri BUMN ini dapat mendorong perwujudan sistem pertahanan Indonesia yang mandiri dan kuat.