Putri mantan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, Sara Duterte-Carpio dilantik sebagai wakil presiden (wapres) ke-15 negara itu, Minggu (19/06/2022) waktu setempat. Ia menyerukan persatuan menyusul kampanye pemilihan yang terpolarisasi.

"Ke depan mungkin penuh tantangan yang menyerukan kita untuk lebih bersatu sebagai bangsa," katanya dalam pidato pelantikan di kampung halamannya Davao.

Sara Duterte mengambil sumpah jabatan dengan orangtuanya berdiri di sampingnya. Duterte-Carpio (44 tahun) adalah wapres dari Ferdinand Marcos Jr, yang juga menang dalam pemilihan pada 9 Mei lalu.

Namun, presiden terpilih akan dilantik sebagai presiden negara itu pada 30 Juni, ketika masa jabatan enam tahun mereka dimulai. Marcos juga hadir dalam upacara pelantikan yang dihadiri oleh kerabat, sekutu, dan pendukung Duterte-Carpio. Kedua pasangan capres dan wapres mencetak kemenangan telak.

Pasangan ini mendapatkan margin luar biasa yang tidak terlihat dalam beberapa dekade hingga membentuk aliansi penting dan menjalankan pesan persatuan yang juga membantu banyak sekutu memenangkan kursi di posisi legislatif dan pemerintah daerah. 

Seperti ayahnya, Duterte-Carpio dilatih sebagai pengacara sebelum memasuki politik pada 2007 ketika dia terpilih sebagai wakil walikota ayahnya di Davao, 1.000 km (600 mil) dari ibu kota Manila.

Dia awalnya ingin menjadi dokter tetapi mengejar karir politiknya. Pada 2010, ia menggantikan ayahnya menjadi wali kota wanita pertama di Davao.

"Jika kita semua meluangkan waktu sejenak untuk mendengarkan panggilan untuk melayani dan memutuskan untuk mengindahkan panggilan itu, saya percaya negara ini akan menuju masa depan harapan, keamanan, kekuatan, stabilitas, dan kemajuan," kata Duterte-Carpio, yang juga akan menjabat sebagai menteri pendidikan di kabinet Ferdinand Marcos Jr.