Direktur Utama, Pegadaian Damar Latri Setiawan mengatakan, sepanjang Juli 2022, layanan tersebut ditargetkan dapat diakses di lebih 4.000 outlet di seluruh Indonesia.

Plafon pinjaman KUR Syariah yang diberikan maksimal Rp10 juta per nasabah dengan biaya pengelolaan (mu’nah) 6 persen per tahun.

Turut hadir pada acara tersebut Gubernur NTB,  Zulkieflimansyah, dan Walikota Mataram H Mohan Roliskana yang diwakilkan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Kota Mataram, Sudirman, serta Para pejabat di lingkungan Pemprov, Pemkot, BRI, OJK Mataram serta Dinas Koperasi dan UMKM. 

Hadir pula Direktur Pengembangan Produk dan Pemasaran PT Pegadaian Elvi Rofiqotul Hidayah.
Pasar Campur Syariah dibuka dengan pemukulan gendang beleq secara serentak  Direktur Utama Pegadaian, Gubernur NTB serta pejabat lainnya.

Sekitar 1000 warga Mataram tampak memadati Taman Sangkareang ikut menyaksikan prosesi tersebut.
Mereka datang sejak pagi untuk mengikuti senam Zumba dan senam aerobik. 

Seperti namanya, Pasar Campur menghadirkan berbagai kegiatan diantaranya Festival UMKM, Hiburan Musik dari penyanyi lokal dan berbagai permainan serta kuis berhadiah.

Sejak pendirian perusahaan, Pegadaian terus konsisten membantu pemerintah membangun ekonomi. Penyaluran KUR Syariah ini juga semakin mempertegas konsistensi dalam mewujudkan misi tersebut.

“Beragam produk dan layanan perusahaan sengaja dirancang untuk memberikan solusi membantu masyarakat bangkit dari krisis ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19 dalam 2 tahun terakhir. Tentu kami sangat bangga dan mengapresiasi kepada masyarakat yang terus konsisten memilih Pegadaian sebagai tempat untuk mengatasi berbagai masalah keuangan yang dihadapi," ujarnya.

Di sisi lain, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah turut mendukung adanya program dari PT. Pegadaian tersebut. “Pemda memastikan NTB terbuka untuk investasi dan bisnis,” ujar Gubernur Zulkieflimansyah.