Melansir Coinmarketcap, 8 dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar masih berkutat di zona merah dalam 24 jam terakhir.

Nilai mata uang kripto paling redup adalah, Polkadot atau DOT yang ambles 15,3 persen pada level 7,05 dollar AS. Kemudian, Ethereum (ETH) juga terjun 13,9 persen pada posisi 1.064 dollar AS, dan Solana atau SOL melemah 12,8 persen pada level 29,96 dollar AS.

Pelemahan selanjutnya terjadi pada aset kripto Cardano atau ADA yang terkoreksi 11,13 persen pada level 0,47 persen. Dilanjutkan oleh XRP yang turun 10,09 persen menjadi 0,31 dollar AS. 

Sementara aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, yakni Bitcoin (BTC) turun 10,4 persen pada level 20.270 dollar AS.

Binance Exchange (BNB) pagi ini melemah sebesar 10,2 persen dan diperdagangkan pada level 209,4 dollar AS. Kemudian, Dogecoin (DOGE) turun 9,9 persen pada posisi 0,05 dollar AS.

Pagi ini Tether (USDT) naik 0,01 persen pada posisi 0,9 dollar AS, dan USD Coin (USDC) menguat 0,04 persen menjadi 1 dollar AS. 

Sebagai informasi, USDT dan USDC merupakan mata uang kripto golongan stable coin atau jenis mata uang kripto yang dibuat untuk menawarkan harga yang stabil terhadap dollar AS.

Mengutip Coindesk, harga bitcoin turun kembali ke level terendah yakni di posisi 20.755 dollar AS pada hari Kamis. Penurunan itu terjadi setelah Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell meyakinkan investor Rabu bahwa bank sentral berkomitmen untuk hawkishness pada kebijakan monetenya.

CEO Apifiny Haohan Xu mengatakan, Bitcoin hampir mencapai level 20.000 dollar AS dalam 24 jam terakhir, atau berada di ambang batas yang berpotensi memicu likuidasi besar. Tapi ini kemungkinan belum menjadi yang terendah.

“Dengan kenaikan suku bunga, kami benar-benar akan melihat penurunan kripto,” kata Xu.