Hanya dalam tiga bulan, perusahaan migas yang didirikan Almarhum Arifin Panigoro ini, membukukan laba bersihnya naik signifikan.

Dikutip dari laporan keuangan dalam Keterbukaan Informasi, Jakarta, Kamis (16/6/2022), MEDC membukukan laba bersih US$90,03 juta di kuartal I-2022. Atau setara Rp1,29 triliun (kurs Rp14.349/US$)

Realisasi laba bersih MEDC melejit 1.661% dari periode yang sama pada 2021 sebesar US$5,11 juta, sebagaimana tertuang dalam laporan keuangan di Keterbukaan Informasi, Kamis (16/6/2022).

Lonjakan laba didorong oleh pertumbuhan pendapatan MEDC sebesar 62% menjadi US$489,34 juta pada kuartal I-2022. Diketahui pada periode sama tahun lalu MEDC membukukan pendapatan sebesar US$301,94 juta.

Kontrak penjualan minyak dan gas menjadi penopang pendapatan perseroan, disusul kontrak konstruksi dan penjualan listrik. Adapun sebagian besar kontrak datang dari pasar domestik, sedangkan pasar mancanegara hanya menyerap kontrak migas.

Sejalan kenaikan pendapatan, beban pokok dan biaya langsung MEDC juga meningkat menjadi US$247,34 juta, meningkat 36% ketimbang kuartal I-2021 sebesar US$181,87 juta.

Dengan demikian, laba per saham dasar perseroan mencapai US$0,00361 atau lebih tinggi dari periode sama tahun 2021 senilai US$0,00020.

Per 31 Maret 2022, MEDC mencatatkan total aset sebanyak US$6,99 miliar, lebih tinggi dari posisi aset akhir 2021 sebesar US$5,68 miliar. Jumlah kewajiban pembayaran utang atau liabilitas perseroan bertambah menjadi US$5,70 miliar, dibandingkan akhir 2021, sebesar US$4,45 miliar.  Sedangkan total ekuitas perseroan tumbuh menjadi US$1,29 miliar, sebelumnya US$1,22 miliar.