Sejak awal tahun, pemerintah meluncurkan Surat Berharga Negara (SBN) jenis Saving Bond Ritel (SBR) SBR011. Masyarakat bisa investasi sekaligus berkontribusi dalam menyokong program pemerintah.

Yang tertarik berinvestasi di SBR011, bisa mendapatkannya melalui agen penjual yang telah ditunjuk Kementerian Keuangan. Salah satunya Moduit, platform digital private wealth management.

Head of Advisory & Investment Connoisseur Moduit, Manuel Adhi Purwanto meyakini, masyarakat akan sangat tertarik dengan instumen SBR011 ini. Apalagi cara mendapatkannya mudah, melalui aplikasi Moduit. “Sekarang ini, SBR011 hadir sebagai alterrnatif investasi. Kami yakin peminatnya membeludak. Meski saat ini masih ada pandemi," paparnya, Jakarta, Rabu (15/6/2022).  

Dia bilang, Moduit melirik untuk merambah SBR sebagai produk unggulannya karena aman. Dijamin pemerintah, sekaligus terjangkau dan menguntungkan investor. "Ini juga momentum bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembiayaan APBN,” terang Manuel.

Dikutip dari laman Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Surat Berharga Negara atau SBN, merupakan surat utang yang dikeluarkan secara resmi oleh negara. Merupakan produk investasi yang diterbitkan dan dijamin pemerintah. Tujuannya untuk menggalang dana masyarakat dalam pembiayaan APBN.  

Dengan kata lain, masyarakat menjadi investor sekaligus berpartisipasi dalam memperkuat keuangan negara (APBN) yang digunakan untuk membiayai pembangunan serta roda pemerintahan.

Seperti halnya produk investasi lainnya, SBN punya jangka waktu tertentu. Setelah jatuh tempo, pemerintah akan mengembalikan dana investasi tadi, secara utuh. Ditambah kupon atau bunga sebagai hasil investasi. Tak perlu khawatir merugi apalagi uang tak kembali.  

Menariknya lagi, tawaran imbal hasil alias cuan, tidak kalah dengan investasi perbankan seperti deposito apalagi tabungan.

“Di sinilah letak menariknya SBR11, karena tren kenaikan suku bunga acuan membuka peluang kupon SBR11 bakal lebih tinggi dibanding kupon ORI021 sebesar 4,90% dan kupon SR016 sebesar 4,95% yang sebelumnya diterbitkan pemerintah,” urai Manuel.