Mungkin ini hanya kebetulan atau pertanda tak baik, ketika Presiden Jokowi melantik Ketum PAN, Zulkifli Hasan sebagai menteri perdagangan, harga bahan pangan yakni cabai malah naik.

Memang bukan di Jakarta, namun di pasar Raya Solok, Sumatera Barat (Sumbar), harga cabai merah mengalami kenaikan dari Rp80 ribu menjadi Rp95 ribu per kilogram (kg). Atau kenaikannya mencapai Rp15 ribu per kg.

"Saat ini, harga cabai tidak stabil, terkadang naik, kadang turun. Bahkan, tiga hari yang lalu juga mencapai Rp95 ribu lalu turun menjadi Rp80 ribu, sekarang naik lagi jadi Rp95 ribu per kilogram," kata Edi, salah seorang pedagang cabai di Pasar Raya Solok, Sumbar, Rabu (15/6/2022).

Ia mengatakan tingkat permintaan cabai merah dari pembeli menurun akibat kenaikan harga jual. "Biasanya yang beli cabai 1 kilogram sekarang dikurangi jadi setengah kilogram," kata Edi, dikutip dari Antara.

Selain cabai merah, ia menyebutkan harga bawang merah juga mengalami kenaikan Rp5 ribu dari Rp50 ribu per kilogram menjadi Rp55 ribu per kilogram. "Menurut saya harga cabai dan bawang merah ini akan terus mengalami kenaikan hingga Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah nantinya. Karena jumlah permintaan di hari itu tentu lebih meningkat," ucap dia.

Pedagang sembako lainnya, Marlinda (40) menyebutkan harga komoditas lainnya yang mengalami naik berupa telur ayam ras dari biasanya Rp1.900 menjadi Rp2.000 per butir. Daging ayam ras naik dari Rp22 ribu menjadi Rp28 ribu ekor.

Harga komoditas yang masih stabil berupa minyak goreng curah Rp16 ribu per kilogram, beras Rp14 ribu per kilogram, gula pasir Rp14 ribu per kilogram, daging sapi Rp150 ribu per kilogram, bawang putih Rp25 ribu per kilogram, kacang tanah Rp27 ribu per kilogram.

Di samping itu, menurut Analis Ketahanan Pangan Rico Andria Budi, kenaikan harga cabai merah dan bawang merah tersebut disebabkan karena stok di tingkat petani yang terbatas, sementara stok dari daerah luar seperti dari Jawa berupa cabai kotak dan bawang merah Brebes tidak masuk ke Pasar Raya Solok.

Ia juga mengimbau masyarakat di daerah itu agar tidak panik dengan kenaikan harga cabai yang melonjak sejak beberapa hari terakhir bahkan mencapai Rp95 ribu per kilogram. Ia mengajak masyarakat agar berbelanja sesuai kebutuhan.

Salah seorang pembeli di Pasar Raya Solok Rahma (26) mengaku terkejut dengan harga sejumlah kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan berupa cabai, bawang merah, telur, dan ayam.

"Rata-rata harga yang naik itu kebutuhan kita sehari-hari. Saya sendiri juga kesulitan mengatur keuangan saat belanja di pasar. Tapi mau bagaimana lagi. Saat ini kita yang harus berpandai-pandai dalam mengatur belanjaan," ujar dia.

Pada saat yang sama, Presiden Jokowi melantik Ketum PAN, Zulkifli Hasan atau akrab disapa Zulhas menjabat mendag anyar, menggantikan Muhammad Lutfi. Alasannya, Zulhas pnya pengalaman dan rekam jejak yang panjang.

"Kita lihat semuanya, rekam jejak, pengalaman, terutama untuk skill managerial, karena sekarang bukan hanya makro saja, tetapi juga mikronya harus secara detail dikerjakan," ujar Jokowi di Istana Presiden, Jakarta.

"Saya melihat betul dengan pengalaman dan track record yang panjang akan sangat bagus untuk Menteri Perdagangan karena sekarang ini urusan pangan, yang berkaitan dengan rakyat, memerlukan pengalaman lapangan, memerlukan kerja yang terjun ke lapangan untuk melihat langsung persoalan," imbuh Jokowi.

Tidak cuma untuk urusan kebutuhan pokok, sambung dia, Menteri Perdagangan baru juga akan mengurus masalah ekspor. "Tapi yang lebih penting urusan kebutuhan pokok," kata mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta itu.